Home / Wakil Menteri Perdagangan, Jerry. Nilai Program Food Estate Membutuhkan Sistem Logistik Yang Berkualitas

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry. Nilai Program Food Estate Membutuhkan Sistem Logistik Yang Berkualitas

Warta.top – Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang mengembangkan diplomasi dan merevitalisasi perdagangan. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat dengan harga yang wajar dan mengembangkan kerja sama perdagangan yang intensif dengan dampak multi-sektor.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan diplomasi perdagangan dapat menghidupkan kembali industri nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pada gilirannya, menurut Jerry, hal ini bisa berkontribusi untuk memperkuat pertahanan.

“Kemendag juga ingin agar industri pertahanan Indonesia semakin baik. Oleh karena itu kami siap mendukung penyediaan bahan baku dan berbagai hal yang membutuhkan penunjang perdagangan agar dapat terwujud dengan baik,” ujar Jerry. Jakarta, Rabu (7/4).

Selain itu, Kemendag juga mendukung pengembangan food estate yang sedang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Menurut Jerry, food estate harus didukung logistik dan sistem perdagangan yang baik. Tujuannya agar pendistribusian produk food estate bisa berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan dengan harga yang terjangkau.

“Kami mengapresiasi dan mendukung Kementerian Pertahanan yang sedang mengembangkan food estate. Kemendag tentunya juga menginginkan produksi nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti beras, jagung, kedelai dan kebutuhan pokok lainnya,” kata Jerry.

Ia percaya bahwa food estate perlu didukung oleh pergudangan, distribusi dan sistem pembayaran yang baik. Untuk itu, pihaknya akan menjajaki penerapan sistem resi gudang (SRG) dan sistem digitalisasi pembayaran di kawasan food estate.

Selain itu, Jerry juga berjanji akan mengajak pemangku kepentingan lain seperti perbankan dan pengusaha ritel untuk berkolaborasi memanfaatkan pengembangan food estate ini.

Jokowi Ingin Food Estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara Menjadi Contoh Daerah Lainnya

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi area pengembangan food estate atau lumbung pangan baru di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Di sana, Presiden memeriksa benih dan menyaksikan pengusahaan lahan untuk penanaman berbasis teknologi modern dengan penerapan mekanisasi pertanian dan penanaman benih siap pakai untuk komoditas hortikultura.

Kunjungan Presiden Jokowi juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, dan Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi.

“Hari ini kita ada di Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Humbang Hasundutan, disini sesuai rencana akan dilakukan Food Estate. Kita punya 2 lokasi yang akan kita gunakan untuk memulai program pembangunan atau food estate pertama di Sumatera Utara. Provinsi kedua di Sumatera Utara. Provinsi Kalimantan Tengah, “kata Presiden Jokowi saat keterangan persnya di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).

Presiden Jokowi menjelaskan, kawasan lumbung pangan Kabupaten Humbahas merupakan pengembangan lahan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditas utama. Ada 3 komoditas yang akan dikembangkan di kawasan food estate Humbahas, antara lain kentang, bawang merah, dan bawang putih.

“Dan yang akan ditanam di sini seperti yang kita lihat ini adalah tempat awal untuk perkebunan pangan di Provinsi Sumatera Utara yaitu untuk tanaman kentang pertama, kedua bawang merah, dan ketiga bawang putih. Insya Allah penanaman sudah dimulai dan hasilnya akan dilihat nanti. 2 sampai 2 setengah bulan, ”kata Jokowi.

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi lahan yang dapat dikembangkan seluas 61.042 hektar (ha) yang tersebar di 4 kabupaten, yaitu: Kabupaten Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Namun food estate atau lumbung Sumatera Utara akan dibangun di atas lahan seluas 30.000 ha.

“Di Kalteng akan dibangun food estate khusus padi dan ubi kayu. Di sini ada luas lahan sekitar 60.000 hektar. Dan yang akan dijadikan food estate seluas 30.000 hektar tersebar di Kabupaten Humbang Hasundutan, Utara. Tapanuli, Tapanuli Tengah, dan di Kabupaten. Pakpak barat, tersebar di beberapa titik tapi masih di Provinsi Sumatera Utara, “kata Jokowi

Presiden Jokowi mengatakan, dalam proyek pembangunan food storage baru, baik di Kalimantan Tengah maupun di Sumatera Utara, pihaknya ingin melihat proses bisnis terintegrasi yang nantinya akan dijalankan. Dari situ kemudian akan disempurnakan dan bisa menjadi contoh untuk pengembangan lumbung pangan serupa di provinsi lain.

“Saya kira kita mau lihat seperti apa model bisnisnya, proses bisnis apa yang akan dilakukan di sini, perhitungannya ada di sana. Ini akan menjadi contoh bagi provinsi lain yang ingin membangun food estate,” kata Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi ditujukan untuk melihat kesiapan food estate yang diluncurkan di Sumatera Utara yang akan dibangun di atas lahan seluas 30.000 ha. Pada tahun 2020, target pengembangan food estate Humbahas seluas 1.000 hektar (ha) terdiri dari seluas 215 ha dari APBN Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) sedangkan luas 785 ha. ha dikelola oleh sektor swasta.

“Lahan tersebut akan menjadi contoh koperasi pertanian dari hulu hingga hilir dari budidaya pasca panen kemudian di industri dan 3 sembako yang disuruh Presiden untuk kita coba di Sumut,” kata Syahrul.

Menteri Pertanian Syahrul menambahkan, pengembangan kawasan food estate merupakan kerjasama antara kementerian / lembaga dengan pemerintah daerah yang tentunya memiliki tanggung jawab yang berbeda.

“Tentunya bersama Gubernur Sumut dan kementerian lainnya, ada Kementerian LHK, Kemenko, BPN, Kementerian Pertanian dan lainnya,” ujarnya.

Konsep food estate hortikultura bertujuan untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern, membangun sinergi dengan pemangku kepentingan dan mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi.

“Perkembangan korporasi hingga industri ini adalah bagian-bagian yang akan dikembangkan. Mari kita tidak hanya pandai budidaya on farm tetapi juga off-farm. Dalam hal ini, jika dilakukan dengan baik di bidang manufaktur dan industri, maka nilai bisa didapat petani, ”ujarnya. .

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Menteri Pertanian Syahrul mengatakan, pengembangan proyek foid estate akan dilakukan oleh perusahaan dan industri besar. Selain itu, peran besar masyarakat Kabupaten Humbahas baik di hulu maupun hilir juga harus dilibatkan secara aktif.

“Presiden selalu meminta agar pelibatan masyarakat sekitar dilakukan secara maksimal dan akan kami upayakan untuk kesejahteraan masyarakat Humbahas,” kata Syahrul.

[bim]

Baca juga:
Perkuat lumbung pangan, Sumsel menyiapkan 278.483 hektare lahan untuk food estate
Menteri Pertanian: Food Estate Tidak Mengganggu Kawasan Hutan
Kementerian Pertahanan Punya Food Estate, Tanam Singkong di Kalimantan
Kementerian Pertanian menyatakan bahwa 25.000 hektar perkebunan pangan telah ditanam
Gerindra: Prabowo-Airlangga Bahas Ekonomi Pasca Vaksinasi ke Food Estate
Program Lumbung Pangan Mengancam, Impor 1 Juta Diminta Diperiksa Kembali
Panen perdana di food estate Humbahas dinilai berhasil, ini harapan Gubernur Sumut

.


Source link

Check Also

Persaingan Perebutan Gelar Top Scorer Piala Menpora 2021: Bisakah Assanur Rijal Diganti?

Warta.top – Bola.com, Jakarta – Piala Menpora 2021 hampir selesai. Empat tim sudah memastikan diri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *