Home / Soal investasi Tesla, hal ini harus dilakukan pemerintah agar investor tidak kabur

Soal investasi Tesla, hal ini harus dilakukan pemerintah agar investor tidak kabur

Warta.top – Pemerintah Jokowi terus berupaya menggairahkan perekonomian nasional dengan mendorong realisasi investasi, baik dari investor domestik (PMDN) maupun global (PMA).

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga siap membantu dan memfasilitasi investor atau perusahaan yang menghadapi kendala dalam merealisasikan investasinya. Realisasi investasi ini diharapkan berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Pusat Riset Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho mengatakan investor yang menanamkan modalnya di Indonesia perlu mendapat apresiasi dan perhatian khusus. Pasalnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan ekonomi lesu, mereka tetap berniat berinvestasi.

Oleh karena itu, pemerintah perlu membantu dan memfasilitasi mereka dalam merealisasikan investasinya, serta mengatasi kendala yang menjadi kendala. Jangan sampai investor sudah menyatakan minatnya, tapi realisasinya adalah berinvestasi di negara lain. Seperti Tesla yang semula diisukan akan membangun pabrik mobil listrik di Indonesia, namun akhirnya ‘kabur’ ke India.

Menurut Agus, fasilitas insentif yang diberikan pemerintah sudah sangat bersaing dengan negara lain. Misalnya, keringanan pajak atau pemotongan pajak super untuk industri tertentu. Namun, jika investasi tersebut memberikan multiplier effect yang besar, fasilitas perpajakan lain dapat diberikan.

Menurut Agus, hal ini sangat penting dalam memoles kondisi investasi kita. “Tinggal bagaimana kecepatan respon dari pemerintah dalam memberikan pelayanan tersebut,” kata Agus seperti dikutip, Kamis (9/4).

Apalagi, lanjut Agus, investasi ini banyak melibatkan koordinasi antar instansi pemerintah. Misalnya terkait pajak, maka lembaga koordinasinya mulai dari Kementerian Keuangan, BKF, BKPM, Kementerian Perindustrian, dan lainnya di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko) dan Penanaman Modal (Marves) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ekonomi.

“Nah, komunikasi dan koordinasi antara lembaga dan kementerian harus konkrit dan cepat dalam menyikapi perubahan struktur tarif pajak untuk sektor tertentu yang sangat membutuhkannya,” ujarnya.

Banyak Peluang Investasi

Menurut Agus, saat ini sebenarnya banyak peluang investasi yang bisa ditawarkan kepada investor. Misalnya terkait produk terkait Covid-19 atau Health. Selain itu, ada industri yang terkait dengan inovasi dan teknologi.

“Investasi ini memiliki arah konkrit dan dapat memfasilitasi perubahan konsumsi masyarakat yang saat ini sedang mengalami perubahan tren,” ujarnya.

Selain memudahkan investor dalam merealisasikan investasinya, yang juga menjadi pekerjaan rumah Pemerintah adalah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19. Dengan memberikan kepercayaan terhadap program vaksin maka dapat mendorong konsumsi masyarakat.

Berdasarkan riset yang dilakukan LIPI, saat ini masyarakat lebih memilih menabung daripada belanja atau konsumsi. “Dengan memberikan kepercayaan terhadap vaksin ini maka akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsinya,” kata Agus.

Meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat cukup penting karena salah satu magnet Indonesia sebagai tujuan investasi adalah potensi pasarnya yang besar. “Mereka masuk untuk memenuhi integritas pasar,” pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

[idr]

.


Source link

Check Also

Persaingan Perebutan Gelar Top Scorer Piala Menpora 2021: Bisakah Assanur Rijal Diganti?

Warta.top – Bola.com, Jakarta – Piala Menpora 2021 hampir selesai. Empat tim sudah memastikan diri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *