Home / Perkuat Ekonomi Minangkabau, OJK Resmikan Bank Wakaf Mikro di PPM Al Kautsar

Perkuat Ekonomi Minangkabau, OJK Resmikan Bank Wakaf Mikro di PPM Al Kautsar

Warta.top – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumatera Barat), Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kota Payakumbuh untuk memperkuat perekonomian masyarakat Minangkabau. Khususnya bagi pelaku usaha mikro yang mengalami kesulitan dalam memperoleh akses keuangan untuk modal usaha.

“Sinergi seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam mensukseskan program BWM, yang membutuhkan kerjasama yang berkelanjutan antara OJK dengan pemerintah daerah, para donatur, LAZNAS, pimpinan pondok pesantren dan lembaga, serta tokoh masyarakat setempat,” ucapnya. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat pelantikan. Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar Lima Puluh Kota, Jumat (2/4) lalu.

Keberadaan BWM yang terus tumbuh dan berkembang diyakini mampu meningkatkan akses keuangan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan mempercepat upaya pemulihan perekonomian nasional.

Peresmian Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar Limapuluh Kota BWM yang telah beroperasi sejak 3 Mei 2018 dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat dan Dewan Pembina. dari PPM Al Kautsar sekaligus Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Minangkabau yaitu Buya Anwar Abbas.

Pengukuhan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Lima Puluh Kota, Sekretaris Daerah Payakumbuh dan jajaran Forkopimda Lima Puluh Kota dan Payakumbuh, Direksi Bank Syariah Indonesia dan Direktur LAZ BSMU dan Kepala BI Kantor Perwakilan Sumatera Barat.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengatakan keberadaan BWM di Tanah Minang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat Minangkabau yaitu pemberdayaan masyarakat melalui lembaga keuangan mikro berdasarkan prinsip syariah. Kehadiran BWM pertama di Sumatera Barat diharapkan semakin memperkuat ekosistem syariah di Tanah Minang.

“Berbekal modal sosial berupa ikatan kemasyarakatan yang kuat, model bisnis Bank Wakaf Mikro sesuai dengan dua ciri masyarakat Minangkabau yaitu memiliki ikatan yang kuat dengan masyarakat terdekat dan ketaatan masyarakat terhadap syariat Islam berdasarkan filosofi Adat Basandi Syarak. , Syarak Basandi Kitabullah, “kata Audy.

Hingga April, 60 BWM telah terbentuk dengan penerima manfaat kumulatif 42,6 ribu nasabah dan total pembiayaan Rp 62,6 miliar. BWM PPM Al Kautsar sendiri telah menyalurkan pembiayaan kumulatif Rp1,5 miliar kepada 1.120 nasabah.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Kota Padang untuk mendengar langsung perkembangan dan kendala yang dihadapi Pemprov Sumbar dalam percepatan pemulihan ekonomi di daerah tersebut. .

Selain itu dibahas pula rencana sinergi dengan industri jasa keuangan dalam memberikan pendampingan dan pengembangan UMKM di wilayah Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu, Wimboh memaparkan berbagai kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan OJK bersama dengan Pemerintah dan Bank Indonesia dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk memulihkan diri.

Menurut Wimboh, sektor UMKM menjadi sasaran utama kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh OJK dan Pemerintah karena terkait langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbagai kebijakan untuk mendorong sektor UMKM telah dikeluarkan oleh OJK dan Pemerintah, seperti restrukturisasi kredit dan pembiayaan serta kebijakan subsidi bunga bagi pelaku UMKM.

Dalam rangka mendukung UMKM dan meningkatkan daya saing Bank Wakaf Mikro, OJK bersama LAZNAS telah menginisiasi pengembangan ekosistem digital BWM yang meliputi empat aspek utama yaitu Digitalisasi Pembiayaan (aplikasi BWM Mobile), Digitalisasi Operasional, Digitalisasi Pengawasan BWM hingga mendukung pengawasan real-time, dan Digitalisasi Pengembangan Bisnis Nasabah BWM melalui BWM Bumdes Marketplace dan juga melalui platform yang dikembangkan oleh OJK yaitu UMKMMU.

Platform UMKMMU merupakan program khusus karena melibatkan partisipasi seluruh Kanwil / OJK seluruh Indonesia dalam memberikan pembinaan dan pendampingan bagi UMKM, serta mencari, menyeleksi dan mengkurasi produk-produk unggulan di masing-masing daerah. Dalam kesempatan ini, Wimboh juga mengajak para pelaku UMKM di Sumatera Barat untuk bisa bergabung dengan platform UMKMMU untuk memperluas pemasaran dan mendapatkan pembinaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK juga menyerahkan dana untuk kegiatan business center pesantren sebesar Rp150 juta. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mempercepat kegiatan ekonomi dan memberdayakan masyarakat kecil serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Limapuluh Kota. [hhw]

.


Source link

Check Also

Persaingan Perebutan Gelar Top Scorer Piala Menpora 2021: Bisakah Assanur Rijal Diganti?

Warta.top – Bola.com, Jakarta – Piala Menpora 2021 hampir selesai. Empat tim sudah memastikan diri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *