Home / Pasangan penjual narkoba untuk melakukan aborsi sejak 2018, 30 ibu hamil menjadi konsumen

Pasangan penjual narkoba untuk melakukan aborsi sejak 2018, 30 ibu hamil menjadi konsumen

Warta.top – polisi Resor Kota Padang di Sumatera Barat mengungkap, pemilik apotek diduga menjual obat keras G-list untuk aborsi (aborsi) yang sudah beroperasi sejak 2018.

“Dari pemeriksaan kedua pelaku, diketahui sudah beroperasi sejak 2018,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Padang Kompol Polidi Rico Fernanda, seperti dikutip Antara, Minggu (14/2).

Dua pelaku kasus ini, I (50) dan S (50), adalah suami istri pemilik Apotek IF di Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Padang. Keduanya ditengarai tidak hanya menjual obat-obatan keras G-list tanpa resep dokter kepada pembeli, tetapi juga berkontribusi dalam proses aborsi.

Fernanda mengatakan, dalam kurun waktu 2018 hingga terungkapnya masalah tersebut, I dan S mengaku ada 30 ibu hamil yang belum menikah menjadi konsumen mereka. Keduanya ditangkap di apotek mereka dan saat ini ditahan oleh KepolisiResor Kota Padang.

Sebelumnya, pengungkapan praktik jual beli obat keras dimulai Kamis (11/2) dan polisi terus mengembangkan kasus tersebut.

Kejadian tersebut bermula saat agen mendapat informasi bahwa Apotik IF menjual obat G-list.

Selanjutnya, tim Satreskrim menindaklanjuti informasi tersebut dengan membujuk pelaku untuk bertransaksi. “Memang benar mereka jual (obat keras),” katanya.

polisi Dia langsung menangkap mereka dan saat diinterogasi, katanya, mereka berdua mengakui bahwa obat tersebut memang telah dijual kepada ibu hamil untuk diaborsi dan juga ikut berperan dalam proses aborsi.

Tak hanya itu, polisi terus mengembangkan bisnis untuk mencari pelaku yang diduga melakukan aborsi, berbekal riwayat transaksi kedua pelaku.

Perburuan dimulai pada Jumat (12/2) dan polisi menangkap seorang wanita AHS (20) bersama pasangan di luar nikah ND (20) di wilayah Pauh, keduanya dikenal sebagai mahasiswa.

Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, polisi menangkap pasangan lain, yakni FS (20, perempuan) dan AS (25). “Kami masih menyelidiki dan mengembangkan kasus ini,” ujarnya. [did]

.


Source link

Check Also

League 1: PSIS Incar Diogo Campos Lengkapi Kuota Pemain Asing

Warta.top – Bola.com, Semarang – Pemain asing PSIS Semarang segera bergegas mengejar rekan-rekannya yang telah …