Home / OJK Tetapkan 4 Pilar Perkembangan Perbankan Hingga 2025

OJK Tetapkan 4 Pilar Perkembangan Perbankan Hingga 2025

Warta.top – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyusun roadmap perkembangan perbankan Indonesia lima tahun ke depan untuk periode 2020-2025, dengan menerapkan 4 pilar utama. Salah satunya adalah penguatan struktur perbankan dan keunggulan bersaing.

“Secara garis besar, Perkembangan Perbankan akan memiliki empat pilar,” kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Teguh Supangkat dalam webinar Peran Perbankan Digital dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi, Kamis (1/4).

Pilar pertama adalah penguatan struktur dan keunggulan bersaing melalui peningkatan permodalan, penguatan kelompok usaha bank, penguatan tata kelola serta mendorong inovasi produk dan layanan.

Kedua terkait percepatan transformasi digital dengan memperkuat tata kelola teknologi informasi dan manajemen risiko, pemanfaatan TI dalam game changer serta mendorong kerja sama terkait TI.

Pilar ketiga, penguatan peran perbankan dalam perekonomian nasional melalui peningkatan pembiayaan termasuk pembiayaan berkelanjutan, pendalaman pasar keuangan, mendorong perekonomian syariah serta peningkatan akses dan edukasi keuangan.

Selanjutnya, pilar keempat adalah peran OJK sebagai regulator melalui penguatan aspek regulasi, perizinan dan pengawasan dengan pendekatan berbasis prinsip, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan pengawasan secara konsolidasi.

Transformasi Perbankan Digital

Di sisi lain, Teguh juga membahas transformasi digital di sektor perbankan. Menurutnya, transformasi digital merupakan hal yang tidak bisa dihindari di era ekonomi digital ini.

Untuk itu, regulator dan pemerintah akan terus mendukung dan memfasilitasi ekosistem yang mendukung inovasi dan transformasi digital, ”ujarnya.

Hal tersebut tertuang dalam sasaran strategis Pemerintah untuk mengembangkan ekonomi digital sebagai salah satu keunggulan kompetitif Indonesia. Di mana semua lembaga keuangan, termasuk bank, perlu segera memulai dan mempercepat transformasi digital di dalam perusahaannya sebagai bagian dari strategi bisnis, bahkan nilai inti mereka.

Teguh menjelaskan, transformasi ini perlu dilakukan baik dari segi produk, proses maupun model bisnis serta sumber daya manusia dan kepemimpinan di OJK, termasuk kerja sama dan kolaborasi dengan pemain baru dan penyedia jasa teknologi yang memiliki keahlian, yang mampu. Berinovasi penting untuk diperhatikan sebagai bagian dari strategi bisnis bank ke depan.

Untuk itu, Teguh menegaskan, kebijakan percepatan transformasi digital akan dilakukan dengan semangat mendorong inovasi dan akselerasi transformasi bank digital, mengembangkan tatanan yang mendukung ekosistem sektor keuangan digital baik dari sisi talent, pengawasan, permodalan, dan infrastruktur lainnya.

“Ini termasuk manajemen risiko siber. Dari sisi perlindungan konsumen atau perlindungan nasabah, edukasi mengenai keamanan TI juga menjadi fokus perhatian OJK dalam rangka melindungi nasabah sesuai amanat undang-undang OJK,” pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
KSSK Dorong Penyaluran Kredit di 38 Sektor Prioritas Ini
OJK Sebut Ekonomi Digital Tingkatkan Efisiensi Perbankan
OJK Jelaskan Tantangan Perbankan Saat Pandemi Covid-19
Pemerintah Mengungkap 4 Tantangan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
Vaksinasi Perbankan Diharapkan Mendorong Pemulihan Ekonomi Indonesia
BTN Ajak Nasabah Segera Ganti Kartu ATM dengan Teknologi Chip, paling lambat 7 Juni 2021
BNI Incar Pertumbuhan Kredit 8 Persen di 2021

.


Source link

Check Also

Persaingan Perebutan Gelar Top Scorer Piala Menpora 2021: Bisakah Assanur Rijal Diganti?

Warta.top – Bola.com, Jakarta – Piala Menpora 2021 hampir selesai. Empat tim sudah memastikan diri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *