Home / KSSK Dorong Penyaluran Kredit di 38 Sektor Prioritas Ini

KSSK Dorong Penyaluran Kredit di 38 Sektor Prioritas Ini

Warta.top – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) berupaya menggenjot kredit dan pembiayaan ke 38 sektor prioritas. Semua sektor tersebut memiliki kontribusi yang besar terhadap PDB dan ekspor.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan 38 sektor prioritas tersebut terbagi dalam tiga kelompok, yakni ketahanan yang meliputi enam sektor, pendorong pertumbuhan sebanyak 15 sektor, dan dukungan pemulihan yang terdiri dari 17 sektor.

“Kami mencoba memetakan sektor-sektor prioritas, di mana ada sektor-sektor yang memiliki ketahanan, kemudian sektor-sektor yang memiliki penggerak pertumbuhan dan mendukung pemulihan. Hal inilah yang kami harapkan untuk sektor-sektor yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi ke depan,” jelas Destry dalam pertemuan tersebut. . Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional pada Kamis (1/4).

Kelompok tangguh terdiri dari sektor hortikultura, tanaman perkebunan, pertambangan bijih logam, industri makanan dan minuman, industri farmasi kimia, serta kehutanan dan penebangan.

Sementara itu, 15 sektor pada kelompok yang menjadi pendorong pertumbuhan tersebut antara lain industri peternakan, perikanan, tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri barang dan logam dan elektronik, industri mesin dan peralatan, industri kayu dan furnitur, serta industri logam dasar.

Selain itu juga meliputi industri informasi dan telekomunikasi, real estate, jasa pertanian, tanaman pangan, air bersih, pengolahan tembakau, dan barang mineral bukan logam.

Lanjut

Untuk mendukung pemulihan, terdapat 17 sektor, antara lain pertambangan batubara dan lignit, konstruksi, industri alat transportasi, hotel dan restoran, jasa kesehatan, perdagangan grosir dan eceran, logistik (termasuk transportasi), administrasi pemerintahan, dan jasa pemerintahan.

Selanjutnya industri karet dan plastik, angkutan darat, angkutan kereta api, angkutan udara, asuransi dan dana pensiun, jasa penunjang keuangan, jasa perantara keuangan, dan jasa keuangan lainnya.

Upaya pemerintah dalam mendorong kredit sangat penting untuk membantu pemulihan ekonomi nasional. “Bagi kami ini tantangan atau teka-teki. Ini harus kita dorong agar permintaan kredit bisa meningkat, sehingga tentunya akan memulihkan perekonomian,” kata Destry.

Anggota KSSK terdiri dari Kementerian Keuangan, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Paket kebijakan KSSK (1 Februari 2021) meliputi insentif fiskal, stimulus moneter, kebijakan kehati-hatian sektor keuangan, dan kebijakan penjaminan simpanan.

“Intinya, sinergi kebijakan ini sangat dibutuhkan dalam kondisi yang sangat kompleks dan luar biasa seperti saat ini,” kata Destry.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
OJK-BI Mendesak Perbankan dan Sektor Jasa Keuangan Turunkan Suku Bunga Kredit
Inflasi Terendah Dalam Sejarah Dipicu Oleh Penurunan Permintaan Kredit
Meski Masih Kontraksi, Pertumbuhan Kredit Mulai Membaik pada Februari 2021
Dorong Pertumbuhan Kredit, Menteri Sri Mulyani Merevisi PMK
Kinerja Penyaluran Kredit Bank Asing dan Swasta Merosot Saat Pandemi
BI Mencatat Pertumbuhan Kredit Perbankan Saat Pandemi Didukung oleh Bank-Bank BUMN
OJK Catat Restrukturisasi Kredit di 2021 Mulai Slope

.


Source link

Check Also

Persaingan Perebutan Gelar Top Scorer Piala Menpora 2021: Bisakah Assanur Rijal Diganti?

Warta.top – Bola.com, Jakarta – Piala Menpora 2021 hampir selesai. Empat tim sudah memastikan diri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *