Home / uang / Wakil Menteri Keuangan Sebut APBN 2021 Didesain untuk Dongkrak Konsumsi Masyarakat

Wakil Menteri Keuangan Sebut APBN 2021 Didesain untuk Dongkrak Konsumsi Masyarakat

Warta.top – Wakil Menteri Keuangan Suhasil Nazara mengatakan, APBN 2021 dirancang untuk mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat. Pasalnya saat pandemi Covid-19, tingkat konsumsi masyarakat menurun meski pendapatan negara juga turun.

“Penerimaan negara memang turun, tapi belanja negara tetap kita tingkatkan. Ini untuk mendorong konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi sektor publik,” kata Suahasil pada Rapat Pemangku Kepentingan Percepatan dan Pemulihan Perekonomian Nasional, Jakarta, Kamis (1/4).

Langkah ini diambil sebagai respon dari salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yaitu lesunya dunia usaha. Saat ini dunia usaha sedang melakukan konsolidasi dan penataan ulang usahanya agar tetap bisa bergerak saat terjadi pandemi.

Suahasil mengatakan, belanja negara tahun ini dianggarkan sebesar Rp 2.750 triliun dengan meningkatkan defisit menjadi 5,7 persen dari PDB. Dari jumlah tersebut, 3 persen dari pelebaran defisit dikhususkan untuk pemulihan perekonomian nasional di 5 bidang.

Kelima bidang tersebut adalah kesehatan, perlindungan sosial, dukungan bagi UMKM dan korporasi, insentif usaha dan beberapa program prioritas. Total anggaran untuk sektor-sektor ini mencapai Rp 699,43 triliun.

“Totalnya Rp 699,43 triliun atau lebih tinggi 22 persen dibanding tahun lalu Rp 571,9 triliun,” ujarnya.

Suahasil mengatakan, lima program tersebut menjadi tantangan pemerintah tahun ini. Lain halnya dengan bidang kesehatan, dengan anggaran Rp. 176,3 triliun, pemerintah harus bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat agar program vaksinasi berjalan sesuai target.

Selain itu, pemerintah juga menganggarkan Rp. 61,9 triliun untuk pengeluaran penanganan Covid-19, seperti biaya pengobatan dan pengobatan pasien, obat-obatan, insentif tenaga kesehatan hingga insentif pajak di bidang kesehatan. Setidaknya, saat ini 11,7 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat.

“Kami memberikan pengeluaran untuk penanganan COVID-19 dan lainnya, termasuk insentif pajak untuk kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, untuk program perlindungan sosial, Pemerintah menganggarkan Rp 157,4 triliun untuk masyarakat miskin dan miskin. Bantuan tersebut diberikan melalui program Keluarga Harapan kepada 10 juta rumah tangga, bantuan bantuan sembako 18,8 juta rumah tangga, program bantuan tunai 10 juta rumah tangga hingga program kartu pra kerja.

“Kami berikan diskon listrik, Dana Desa, kuota internet bersubsidi untuk 41,8 juta penerima, dan program lainnya,” ujarnya. [azz]

.


Source link

Check Also

Airlangga Dorong Perbankan Naikkan Target Kredit UMKM Hingga 35 Persen

Warta.top – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong perbankan untuk memenuhi target penyaluran kredit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *