Home / uang / Tolak RUU Larangan Minuman Beralkohol, Pengusaha Ungkap Manfaat Minol Bagi Perekonomian

Tolak RUU Larangan Minuman Beralkohol, Pengusaha Ungkap Manfaat Minol Bagi Perekonomian

Warta.top – Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, menegaskan rencana pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol tidak tepat di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Pasalnya, dunia usaha sangat membutuhkan iklim usaha dan investasi yang kondusif, termasuk dari sisi kebijakan.

Dia mengungkapkan, tekanan dan beban yang dihadapi dunia usaha, termasuk industri, sangat berat akibat pandemi Covid-19. Seperti menurunnya omzet penjualan dan daya beli masyarakat, membuat arus kas pengusaha semakin tertekan.

“Hal ini juga dialami oleh industri minuman beralkohol yang terpukul cukup keras, seperti produsen bir, akibat pembatasan operasional hotel, restoran, kafe bahkan nightlife,” kata Sarman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/2). / 11).

“Di Jakarta sudah ditutup selama 8 bulan yang menyebabkan penjualan turun 60 persen, namun selama ini industri mineralol (minuman beralkohol) mampu bertahan dan tidak melakukan PHK,” imbuh pria yang juga merupakan komisaris utama PT Delta Djakarta.

Dia mengingatkan, keterlibatan industri mineral dan batu bara dalam perekonomian nasional sudah cukup lama, hampir satu abad. Selain itu, industri ini juga memiliki investor dunia.

Sarman mengatakan kontribusi industri mineralol juga nyata. Baik dari segi pajak maupun cukai alkohol yang mencapai Rp. 6 triliun setahun.

Tenaga kerja mencapai 5.000 orang ditambah dengan industri pendukung seperti pertanian, logistik, industri pengemasan, jasa distribusi dan perdagangan, jasa hiburan, rekreasi, pariwisata dan budaya.

“Kami sangat mendukung jika mineral ini diatur dan diawasi agar edukasi dan informasi kepada masyarakat selalu konsisten dilaksanakan mengenai bahaya penyalahgunaan minuman beralkohol,” ujarnya.

Hukum Diminta Bukan Untuk Melarang Tetapi Untuk Mengontrol

Di tengah tekanan resesi ekonomi saat ini, ia sangat berharap DPR jika memang pembahasan RUU terus berlanjut, memperhatikan momentum yang tepat, yakni pasca pandemi Covid-19 atau saat perekonomian dalam kondisi normal. .

“Di tengah resesi ekonomi saat ini, tidak tepat membahas hal-hal yang berkaitan dengan keberlangsungan dunia usaha khususnya industri mineral, mari kita fokus bersama memerangi pandemi Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya. menjelaskan.

Jika nanti dibicarakan lagi, lanjut Sarman, industri mineralol siap memberikan masukan dan pemikiran utama, termasuk dari segi judul. Dimana, agar tidak menggunakan RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol melainkan RUU tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol, sehingga arahnya adalah edukasi.

Selain itu, jika nantinya dalam RUU ini dilarang tayangannya, dikhawatirkan akan ada praktik masuknya minol selundupan yang tidak membayar pajak, maraknya mineral palsu yang tidak sesuai dengan standar pangan dan maraknya bahan campuran. minuman yang membahayakan konsumen.

Menurutnya, selama ini sudah ada Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan implementasinya di lapangan sudah efektif. Padahal, pada tahun 2014, Mendag telah menerbitkan Permendag No.20 / M-DAG / PER / 4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol yang mana penjualan Minol lebih tertata hanya di tempat-tempat tertentu. .

“Jadi, urgensinya RUU ini tidak mendesak, tapi semuanya kembali ke DPR,” pungkasnya.

[bim]

Baca juga:
Pengrajin ‘Sopi’ di NTT Tolak RUU Minuman Beralkohol
FX Rudy Menilai RUU Larangan Minol Berdampak pada Pariwisata Solo
MUI Dukung RUU Minuman Beralkohol: Kewajiban Pemerintah Melindungi Rakyat
RUU Larangan Minuman Beralkohol: Produsen dan Penjual Dapat Dihukum 10 Tahun
Draf RUU: Pengecualian Minuman Beralkohol bagi Wisatawan & Ritual Keagamaan
PKS Tentang RUU Minol: Ketentuan Yang Mengatur Peredaran Minuman Beralkohol Tidak Berfungsi
Pimpinan DPR: Penolakan Masyarakat terhadap RUU Minuman Beralkohol Masukan Baleg

.


Source link

Check Also

Dampak penurunan suku bunga acuan BI menjadi 3,75%

Warta.top – Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan pada rapat Dewan Gubernur November …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *