Home / uang / Tingkatkan Ekspor di Babel, Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Akses Pasar

Tingkatkan Ekspor di Babel, Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Akses Pasar

Warta.top – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam setiap kesempatan selalu menekankan jajarannya untuk jemput bola bagi koperasi dan UKM yang memiliki potensi ekspor. Padahal, mereka harus difasilitasi.

Oleh karena itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia KemenkopUKM Arif Rahman Hakim mengadakan kegiatan pelatihan akses pasar berbasis ekspor yang dilaksanakan di Hotel Santika, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/10).

Tujuan dari pelatihan di Bangka Belitung adalah untuk mendorong para UMKM yang memiliki produk unggulan, sehingga mampu memanfaatkan peluang pasar melalui ekspor.

“Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki komoditas unggulan untuk ekspor,” kata Arif, dalam sambutannya.

Arif mengatakan, pihaknya wajib hadir jika suatu daerah memiliki komoditas unggulan namun pasar belum difasilitasi. Di Bangka Belitung terdapat potensi yang cukup menjanjikan, antara lain batang nipah beserta turunannya, nanas, dan kopi.

“Kami hadir untuk meningkatkan kapasitas koperasi dan UKM yang berpotensi untuk diekspor,” kata Arif.

Arif tidak menampik adanya anggapan bahwa pasar domestik juga terbuka lebar. “Memang benar, tapi kita lihat produknya. Ada beberapa produk dalam negeri yang melimpah tapi di pasar luar negeri pemain dan barangnya terbatas. Hal seperti inilah yang harus kita capai, karena kita bisa menjadi pemain utama dalam ekspor tersebut. , “kata Arif.

Ekspor sektor pertanian memang masih cukup rendah, hanya memberikan kontribusi US $ 0,35 miliar atau 2,54 persen dari total ekspor nonmigas. Artinya ini merupakan peluang emas yang harus diraih guna meningkatkan ekspor di sektor pertanian, tambah Arif.

Ia pun mengakui, salah satu kelemahan koperasi dan UKM adalah akses pasar, baik di dalam maupun luar negeri. “Kami juga secara khusus mendatangkan tenaga ahli di bidang ekspor, yang hadir adalah pelaku UKM yang sudah ada miskin transversal ekspor, “kata Arif.

Sementara untuk pasar domestik, pihaknya menghadirkan LKPP (Procurement Expenditures) dan Digital Market (PaDi) dari Kementerian BUMN, serta pakar digital marketing.

Tak ketinggalan, Arif menegaskan bahwa UMKM yang ada yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan pandemi New Normal adalah koperasi dan UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital, baik melalui media sosial maupun marketplace yang ada.

Saat ini KemenkopUKM telah menjalin kerjasama dengan marketplace. Antara lain Blibli.com, Lazada, Shoppe, Bukalapak, Tokopedia, untuk pertanian / peternakan dengan sayuran box, tanihub, cattlenesia.

Ekspor Tongkat Nipah

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Osman Djohan mengatakan pihaknya telah mengekspor batang nipah ke Nepal. “Pelepasan ekspor perdana dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM pada Juli 2020,” kata Erzaldi.

Untuk itu, Erzaldi berharap, dari 669 koperasi dan sekitar 180 ribu UKM yang ada di Babilonia bisa ikut mengekspor. Pasalnya, banyak produk potensial yang bisa dijual ke luar negeri. Misalnya olahan seafood, bumbu dan kerajinan tangan.

Bagi Erzaldi, kehadiran KemenkopUKM melakukan pelatihan di Provinsi Bangka Belitung. Kehadiran KemenkopUKM bagi Pemerintah Provinsi Bangka Belitung merupakan berkah sekaligus wujud kepedulian dan secercah harapan bagi para pelaku UMKM.

“UMKM yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor diharapkan mampu meningkatkan kapasitas keterampilan dan keahliannya. Sehingga menjadi motor penggerak perekonomian dan pemerataan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” Erzaldi menyimpulkan. [hhw]

.


Source link

Check Also

Menteri Perindustrian Agus mengatakan sudah ada 2 Kawasan Industri Halal di Indonesia

Warta.top – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, saat ini terdapat dua kawasan industri halal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *