Home / uang / Strategi KKP untuk meningkatkan ekspor hasil laut dan perikanan

Strategi KKP untuk meningkatkan ekspor hasil laut dan perikanan

Warta.top – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan guna meningkatkan volume dan nilai ekspor pada tahun 2021. Salah satunya dengan pemutakhiran peralatan perikanan. menguji, mengembangkan sumber daya manusia dan memperkuat pengawasan.

“Kami siapkan yang terbaik, kami beli bila diperlukan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam pertemuan dengan petugas dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan (BKIPM). di Jakarta, Selasa (12/1).

Dengan pembaruan alat uji laboratorium tersebut, Menteri Trenggono menginginkan produk perikanan yang diekspor bebas dari virus dan patogen berbahaya lainnya yang dapat mengganggu kesehatan konsumen. Tentunya alat ini juga bisa digunakan untuk menguji produk perikanan yang masuk ke Indonesia.

Selama ini KKP melalui BKIPM telah menggunakan pihak ketiga untuk membantu verifikasi kualitas hasil perikanan, termasuk perguruan tinggi (kampus). Ke depan, Menteri Trenggono berharap KKP lebih mandiri dalam menguji produk perikanan yang ada, baik untuk ekspor maupun impor.

“Kami perlu memiliki alat uji sendiri sebagai proses pengambilan keputusan, tanpa bergantung pada pihak ketiga,” ujarnya.

Menteri Trenggono menambahkan, peningkatan kualitas hasil perikanan harus dimulai dari hulu. Untuk itu, selain alat uji terbaru, tim BKIPM dipanggil untuk rutin berkunjung ke lapangan guna memastikan proses produksi di unit pengolahan ikan berlangsung sesuai standar.

Diakuinya, pemutakhiran alat uji untuk memperkuat pengawasan merupakan bagian dari langkah strategis dalam menyasar pasar internasional karena hampir semua negara memiliki standar tertentu untuk produk perikanan impor.

Selain itu, ke depan Indonesia membutuhkan perluasan pasar, karena saat ini KKP sedang menggenjot produksi budidaya udang mentah, ikan, dan rumput laut vaname. Menteri Trenggono optimistis Indonesia bisa menjadi negara penghasil vaname terbesar setelah India.

Sementara itu, pejabat BKIPM Rina menjelaskan bahwa nilai ekspor pada tahun 2021 diperkirakan mencapai $ 6,05 miliar, meningkat sekitar $ 1 miliar dari tahun sebelumnya. Sedangkan target penerimaan negara bukan pajak (GNPP) sebesar Rp 74,4 miliar.

Dengan pemutakhiran alat uji dan penguatan pengawasan, nilai yang diperoleh bisa lebih tinggi lagi. “Kalau bisa perkuat lab, bisa dilakukan di dalam ruangan. Nanti berefek pada jumlahnya lagi,” jelas Rina.

Rina menambahkan, produk perikanan yang keluar masuk Indonesia harus bebas dari 37 jenis penyakit ikan. Meliputi 23 jenis virus, 5 jenis bakteri, 3 jenis jamur dan 6 jenis parasit. [azz]

.


Source link

Check Also

Pemerintah Jokowi Dapatkan Dana Rp 7 Triliun dari Lelang 5 Surat Utang Negara

Warta.top – Pemerintah Jokowi dana terserap kembali sebesar Rp. 7 triliun hasil lelang lima seri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *