Home / uang / Restrukturisasi Perbankan Capai Rp. 1.400 Triliun, OJK Optimis Perekonomian Akan Naik

Restrukturisasi Perbankan Capai Rp. 1.400 Triliun, OJK Optimis Perekonomian Akan Naik

Warta.top – Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengatakan, OJK mencatat restrukturisasi di sektor perbankan mencapai Rp. 1.200-1.400 triliun. Hal tersebut merupakan hasil sinergi antara OJK dan kebijakan Pemerintah pada saat pandemi COVID-19 dalam rangka National Economic Recovery (PEN).

Ia menjelaskan, pandemi tersebut telah menimbulkan berbagai risiko yang berdampak pada sistem keuangan. Diantaranya, kredit macet, arus keluar investor, risiko likuiditas dan risiko modal. Adanya kebijakan dan kebijakan restrukturisasi kredit di pasar modal dapat membantu jasa keuangan dalam memitigasi risiko dan mengurangi volatilitas di pasar modal saat terjadi pandemi.

Dalam upaya juga untuk terus mendorong optimalisasi fungsi intermediasi perbankan, tentunya OJK juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mendukung hal tersebut yang mau tidak mau harus ada sinergi antara pemerintah Bank Indonesia, OJK dan lain-lain untuk bersama-sama memulihkan kondisi perekonomian nasional yaitu dalam rangka PEN, ”kata Teguh dalam webinar tentang Peran Perbankan Digital dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi, Kamis (1/4).

Oleh karena itu, OJK mendukung program PEN dengan memberikan subsidi bunga dan margin. Kemudian, OJK juga menjamin kredit UMKM, dan jaminan kredit korporasi.

Untuk UMKM dan penjaminan kredit Korporasi, OJK berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam menyusun kerangka pelaksanaan ketentuan terkait penjaminan kredit UMKM dan memberikan informasi mengenai kriteria yang dapat diberikan penjaminan.

OJK juga berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam melakukan penilaian terhadap bank mitra dan juga melakukan pertukaran informasi dan data dalam bentuk penempatan dana pemerintah. Peraturan yang telah dikeluarkan oleh OJK, antara lain POJK nomor 11 tahun 2020 tentang arahan mekanisme restrukturisasi kredit dan relaksasi penilaian kredit bagi debitur yang terkena pandemi.

Kemudian POJK nomor 14 tahun 2020 yang mengatur tentang tenggat waktu pelaporan, fit and proper test, penetapan kualitas aset, dan restrukturisasi pembiayaan. Untuk itu, Teguh optimistis ke depan perbankan dapat kembali normal dengan adanya kebijakan Pemerintah dan langkah penanganan lainnya.

“Tapi kita harus optimis ke depan dengan menurunnya kondisi COVID-19 ke depan, dan juga semakin banyaknya vaksin menurut saya kita harus optimis kedepannya. Nanti terkait dengan fungsi intermediasi perbankan, dengan adanya Nanti kredit juga akan semakin tumbuh, tentunya ini akan mendukung. Dari sisi sektor riil, ”pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
OJK Catat Restrukturisasi Kredit di 2021 Mulai Slope
OJK: 7,9 Juta Debitur Bisa Restrukturisasi Kredit Senilai Rp 987,5 Triliun
Alasan OJK Perluas Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2022
OJK: Kami Berhasil Mendorong Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit Sejak 2016
Kredit macet dikhawatirkan akan bertambah jika restrukturisasi kredit tidak diperpanjang
Hingga Desember 2020, BTN Merestrukturisasi Kredit untuk 330.000 Nasabah, Senilai Rp57 Triliun

.


Source link

Check Also

Airlangga Dorong Perbankan Naikkan Target Kredit UMKM Hingga 35 Persen

Warta.top – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong perbankan untuk memenuhi target penyaluran kredit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *