Home / uang / Restrukturisasi Kebijakan Jiwasraya Dianggap Paling Baik Dibandingkan Kebangkrutan

Restrukturisasi Kebijakan Jiwasraya Dianggap Paling Baik Dibandingkan Kebangkrutan

Warta.top – Komisi VI DPR RI menyatakan restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan keputusan politik yang bertujuan menyelamatkan dana nasabah dan perusahaan dari likuidasi atau kebangkrutan. Sebab, jika dibiarkan bangkrut, semua nasabah bisa dirugikan.

“Keputusan restrukturisasi yang diambil dalam rapat Panitia Kerja (Panja) DPR tersebut merupakan hasil dari sejumlah musyawarah bersama melalui serangkaian rapat dengan pemegang saham dan manajemen Jiwasraya,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima. Jakarta, Selasa (13/4).

Menurut Aria, dalam panitia kerja terdapat berbagai opsi dengan berbagai sumber mencari cara untuk menghindari opsi kebangkrutan namun yang diupayakan adalah restrukturisasi.

Pihaknya tidak memungkiri adanya ketidakpuasan dari pelanggan terkait opsi restrukturisasi tersebut. Namun restrukturisasi merupakan langkah yang paling tepat dibandingkan dengan kebangkrutan Jiwasraya yang justru bisa lebih merugikan nasabah.

“Ini cara menyelamatkan nasabah sekaligus menyelamatkan Jiwasraya dari kebangkrutan,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa dukungan politik, Jiwasraya bisa langsung dinyatakan pailit, namun bisa berdampak sangat negatif bagi nasabah. Karena itu, Komisi VI memilih opsi restrukturisasi dengan mendukung penyertaan modal negara (PMN) dalam penyelamatan Jiwasraya.

Dalam proses restrukturisasi Jiwasraya, lanjut Aria, Komisi VI juga akan terus melakukan pengawasan agar prosesnya berjalan dengan baik.

“Salah satu keputusan yang diambil DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan dalam restrukturisasi, kami juga akan memantau proses periodisasinya,” jelasnya.

90 Persen Pelanggan Setuju tentang Restrukturisasi

Sebelumnya, manajemen Jiwasraya mencatat hingga 30 Maret 2021 tercatat sekitar 90 persen atau setara dengan 15.655 pemegang polis bancassurance telah menyetujui program restrukturisasi tersebut, kemudian 74 persen atau 134.160 peserta dari korporasi juga menyetujui program tersebut.

Sedangkan jumlah pemegang polis ritel yang bersedia mengikuti restrukturisasi adalah 124.994 atau setara 64 persen dari total nilai tunai polis ritel.

Saat ini, pengelolaan bersama Tim Akselerasi Restrukturisasi Jiwasraya sedang fokus pada proses migrasi kebijakan dari Jiwasraya ke IFG Life yang ditargetkan dapat dilakukan pada Mei 2021 sejalan dengan batas waktu masa jabatan tim akselerasi.

Pembayaran klaim pelanggan akan dilakukan setelah polis ditransfer ke IFG Life. Nanti pembayarannya akan disesuaikan dengan skema restrukturisasi yang dipilih masing-masing peserta dan sesuai kesepakatan awal.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

[idr]

.


Source link

Check Also

Riset: 53 Persen Karyawan Di Seluruh Dunia Berhenti Sementara Karena Pandemi

Warta.top – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak karyawan di dunia mengalami perubahan sistem kerja, pengurangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *