Home / uang / Presiden Jokowi meminta Sriwijaya Air menjadi tragedi terakhir

Presiden Jokowi meminta Sriwijaya Air menjadi tragedi terakhir

Warta.top – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hubungi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melaporkan kondisi terkini terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Menteri Perhubungan Budi Karya menyampaikan, Presiden Jokowi memerintahkan agar segera mengkoordinasikan proses pencarian korban dan black box atau kotak hitam Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Insya Allah kami akan lakukan sesuai perintah Presiden, dan sore ini saya akan diminta ke Priok untuk memastikan apa yang telah dipesan dilakukan dengan baik,” ujarnya dalam sesi telekonferensi, Selasa (12/1).

Selain itu, Presiden Jokowi juga menugaskan Menteri Perhubungan, TNI/ Polri, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyempurnakan proses pencarian.

Terakhir, Presiden menugaskan kami untuk melakukan perbaikan dan proses penemuan. Ini pelajaran yang mahal tapi bagus. Dan diperintahkan untuk tidak mengulanginya, katanya.

Bersama TNI / Polri, Panglima Tertinggi dan juga Kapolda, KSAD, Basarnas, dan juga KNKT, RS Polri akan laksanakan, Insya Allah perintah Presiden baik dan kita akan melaksanakannya, “katanya.

Kementerian Perhubungan: Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Layak Terbang

Kementerian Perhubungan memastikan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan layak terbang sebelum terbang. Pesawat jenis B737-500 sudah memiliki Sertifikat Laik Udara yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan dengan masa berlaku hingga 17 Desember 2021.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan pengawasan rutin sesuai dengan program pengawasan dalam rangka perpanjangan Sertifikat Operasi Pesawat (AOC) Sriwijaya Air pada November 2020. Alhasil, Sriwijaya Air telah memenuhi syarat yang ditetapkan,” ucapnya. Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/1).

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menjelaskan, pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meliputi pemeriksaan seluruh pesawat dari semua maskapai yang diparkir maupun tidak dioperasikan untuk memastikan bahwa pesawat tersebut masuk dalam program penyimpanan dan perawatan pesawat. .

Berdasarkan data yang ada, pesawat Sriwijaya SJ 182 memasuki hanggar pada 23 Maret 2020 dan baru beroperasi hingga Desember 2020. Kemudian, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan pemeriksaan pada 14 Desember 2020.

Selanjutnya pada tanggal 19 Desember 2020 pesawat mulai beroperasi kembali tanpa penumpang / No Commercial Flight, dan pada tanggal 22 Desember 2020 pesawat kembali beroperasi dengan penumpang / Commercial Flight.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Bayi salah satu korban Sriwijaya Air asal Padang menjalani tes DNA
Pengamat Penerbangan: Pesawat Tua ‘Idle’ Perlu Perawatan Ekstra
Mengunjungi Posko Ante Mortem, Keluarga Membawa Foto Kerabat Korban Sriwijaya Air
Analisis Pengamat Penerbangan dari Penyebab Kecelakaan Pesawat hingga Kerusakan
Jasa Raharja Berikan Santunan kepada Keluarga Korban Sriwijaya Air yang Teridentifikasi
Jokowi Perintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Percepat Pencarian Korban & Kotak Hitam Sriwijaya
Tim SAR Membawa 4 kantong bagian tubuh korban & pecahan Sriwijaya Air ke posko JICT

.


Source link

Check Also

Menteri Basuki Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Akibat Gempa di Sulawesi Barat

Warta.top – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono mengidentifikasi kerusakan infrastruktur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *