Home / uang / Peserta yang tidak bergaji dapat meninggalkan program kesehatan BPJS? Begini caranya

Peserta yang tidak bergaji dapat meninggalkan program kesehatan BPJS? Begini caranya

Warta.top – Andi Afdal Abdullah, wakil direktur penelitian dan pengembangan di pusat BPJS, menawarkan peserta dalam PBPU (penerima non-gaji) dan peserta non-pekerja kesempatan untuk mentransfer kelas penilaian Kesehatan BPJS. Ini merupakan upaya untuk mengurangi beban masyarakat yang tergolong tidak mampu.

"Jadi, kalau kita miskin, golongan 42.000 miskin Rp tidak mampu, ada kuota untuk sumbangan donor kalau kita tidak bisa kok, sehingga sistem bekerja dengan baik." katanya saat diskusi di Cikini, Jakarta, Minggu (17/11).

Andi menjelaskan bahwa, untuk peserta PBPU yang merasa ditentang dan pada kenyataannya tidak mampu, mereka dapat memperkenalkan diri sebagai peserta dalam bantuan kontribusi (PBI). Caranya adalah dengan mengurus sertifikat buruk yang dikirimkan ke layanan sosial.

Kuota pemerintah untuk pendanaan IBP di luar kewajiban majikan adalah $ 96,8 juta pada anggaran negara. Sementara 37,3 juta dibiayai oleh anggaran daerah.

"PBI naik menjadi 42.000 rupee, tetapi dibayarkan oleh pemerintah. Ini adalah kasus pemerintah daerah untuk peserta yang terdaftar oleh pemerintah daerah. Jumlahnya hampir setengah, yang disertai dengan pemerintah, "jelasnya.

1 dari 2 halaman

Tata pemerintahan yang lebih baik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa tata kelola BPJS Kesehatan perlu ditingkatkan untuk mengurangi defisit anggaran lembaga. Ini sesuai dengan peningkatan kontribusi untuk BPJS Kesehatan.

Mengingat, program JKN mencatat defisit 1,9 triliun rupee setiap tahun pada 2014, kemudian 9,4 triliun rupee (2015), 6,7 triliun rupee (2016), 13,8 miliar rupee (2017) dan 19,4 miliar rupee (2018).

"Sekali lagi, tata kelola manajemen yang ada dalam BPJS harus benar-benar ditingkatkan," kata presiden setelah mempertimbangkan penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek di Bandar Lampung, dikutip oleh Antara Jumat (15/11).

Dia mengatakan defisit kesehatan BPJS adalah karena salah urus. Masalahnya terjadi dengan peserta independen yang tidak membayar kontribusi BPJS Kesehatan. Menurutnya, pembayaran kontribusi disiplin perlu diintensifkan untuk membantu mengurangi defisit anggaran BPJS Kesehatan.

Jokowi mengatakan telah mempelajari bidang pengguna kesehatan BPJS sebagai penerima kontribusi bantuan (PBI), serta penggunaan BPJSK independen

2 halaman di 2

(tagsToTranslate) Kesehatan BPJS (t) Kontribusi BPJS Naik (t) Ekonomi Indonesia (t) Jakarta


Source link

Check Also

Direktur Ari Askhara dan Ex Garuda Indonesia diberhentikan dari Komisaris untuk Anak dan Cucu

Warta.top – Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk kembali mengeluarkan surat pemecatan Ari Askhara di berbagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *