Home / uang / Pemimpin Dibutuhkan Teladan dalam Bisnis Tabungan di Saat Krisis

Pemimpin Dibutuhkan Teladan dalam Bisnis Tabungan di Saat Krisis

Warta.top – Pakar di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Tutut Handayani menjelaskan bahwa dalam setiap organisasi dibutuhkan pemimpin yang dapat menjadi panutan untuk membangun iklim kerjasama yang positif, sehingga ke depannya juga dapat menghasilkan tim juara. Tentunya konsep tim juara ini juga berlaku untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Dalam situasi saat ini, meraih juara tim dimulai dari pemimpin terlebih dahulu. Jadi perspektif pemimpin akan membentuk cara kerja tim. Kemudian, kemampuan berinovasi, dan terakhir adaptif dengan situasi,” katanya. kata Tutut dalam sesi tersebut. Webinar Topkarir, Jumat (16/10).

Sebuah tim bisa menjadi kuat karena komitmen anggotanya. Namun komitmen tersebut tidak berlaku lagi saat ini dalam memajukan perusahaan. “Saat ini generasi milenial saat ini, kita tidak bisa bicara tentang komitmen. Bicara passion. Jadi kalau bicara passion, mereka mencari siapa yang bisa mengerti, siapa yang memberi kesempatan, siapa yang memberi kesempatan untuk berkreasi. anak-anak yang bisa menggerakkan perubahan hari ini, ”terangnya.

Namun, tidak semua anak muda di Indonesia tahu persis apa passion mereka. Oleh karena itu, ini menjadi tantangan bagi mereka untuk menyesuaikan diri nantinya di tempat kerja.

“Dulu ada skill knowledge dan attitude. Jadi yang dibicarakan harus kompetensi seperti apa. Tapi kalau sekarang yang utama adalah bagaimana seseorang memiliki daya juang, bagaimana beradaptasi dengan situasi dan kondisi,” ujarnya. kata Tutut.

Ketika seseorang berhasil beradaptasi, kemampuan yang sebelumnya tidak dimilikinya akan berkembang. Hal ini dikarenakan generasi muda memiliki kemauan untuk belajar yang nantinya kompetensi ini akan dikembangkan lebih lanjut. “Jadi, beberapa hal yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana pemimpin memiliki visi ke depan, mampu beradaptasi, generasi muda yang memahami passionnya, dan tentunya adaptif,” imbuhnya.

Mencari Pekerja Adaptif

Sebelum merekrut seseorang, perusahaan disarankan untuk membuat peta (pemetaan) terlebih dahulu kompetensi apa yang dibutuhkan. “Misalnya kita butuh orang yang bisa memimpin. Jadi, kompetensi kepemimpinan apa yang dibutuhkan. Misalnya harus tangguh, baru punya kemampuan mengembangkan ide,” imbuhnya.

Kemudian untuk melacak prestasi kerja seorang karyawan, setiap perusahaan dapat menetapkan target bagi karyawannya. Jika suatu saat mereka tidak mencapai target, hal ini nantinya akan menjadi bahan untuk introspeksi diri orang tersebut untuk memotivasi dirinya agar lebih baik lagi.

Dalam sebuah perusahaan juga harus ada pengembangan dari segi karyawan. Usahakan untuk mempersiapkan seorang Pembina, agar tidak sebatas pelatihan. Ajak beberapa master di perusahaan menjadi Pembina bagi pekerja baru. Pembina bisa berperan sebagai nya rekan diskusi, “katanya.

Sehingga pengembangan dari segi sumber daya manusia juga dapat mendukung perkembangan produk suatu perusahaan.

Diterapkan untuk UMKM

umkm

Tidak hanya untuk perusahaan besar, pembentukan tim champion juga berlaku untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bagi Tutut, yang utama dalam UMKM adalah pembentukan mentalitas buruh.

“Saat memulai UMKM banyak sekali ketakutan dan keraguan. Jadi yang terpenting adalah mentalitas. Mentalitas di sini adalah bagaimana cara berpikir berani melakukan sesuatu dengan cepat,” kata Tutut.

Budaya asal merekrut di UMKM juga harus mulai dihilangkan. “Pemilik UMKM bisa mulai memilah dengan memilih orang yang mau bekerjasama dengan kita, punya frekuensi dan semangat untuk maju bersama, lalu kemauannya harus kuat, dan yang pasti tidak mudah mengeluh,” kata Tutut.

Selain itu, saat terjadi pandemi seperti ini, UMKM bisa membuka kerjasama dengan UMKM lainnya. Tujuannya bukan untuk berkompetisi, tapi agar UMKM bisa saling berkolaborasi dan saling mendukung, karena perjuangan yang dilalui akan dibagikan nanti.

Reporter Intern: Theniarti Ailin

[bim]

Baca juga:
Simak, Pola Pikir yang Dibutuhkan Pengusaha dalam Wabah Pandemi Corona Versi Kopi Tuku
Bukan IPK tinggi, ini kunci sukses ala Menteri Sri Mulyani untuk Generasi Milenial
Kisah Sanawi, Belum Tamat SD Sekarang Punya 700 Karyawan dan Penghasilan Rp 1,5 Miliar
Gairah Adalah Gairah Besar Untuk Mencapai Tujuan, Ketahui Cara Mengembangkannya
Tips Menemukan Minat yang Dapat Diubah Menjadi Karir yang Sukses
Berawal sebagai petugas kebersihan, pria Gunungkidul ini kini menjadi miliarder
Ditantang Dosen, Pria asal Bandung Ini Kelola Paprika Capai Omset Ratusan Juta

.


Source link

Check Also

Mendes kembali menghimbau agar dana desa dikelola untuk kesejahteraan warga

Warta.top – Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menjelaskan bahwa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *