Home / uang / Pemerintah mengasuransikan nilai 1.360 senilai 10.800 miliar rupee milik negara.

Pemerintah mengasuransikan nilai 1.360 senilai 10.800 miliar rupee milik negara.

Warta.top – Kementerian Keuangan telah menandatangani kontrak kerangka kerja untuk penyediaan layanan asuransi Barang Milik Negara (BMN) bersama presiden Konsorsium Asuransi BMN. Kontrak ini menjadi dasar untuk pelaksanaan pengadaan jasa asuransi BMN di tingkat kementerian atau lembaga.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata, mengatakan bahwa dia akan mengasuransikan 1.360 bangunan Kementerian Keuangan senilai Rs 10.800 miliar pada 2019. Ini ditandai oleh penandatanganan, beberapa waktu lalu, Surat Permintaan Penutupan Asuransi (SPPA) oleh Sekretariat Kementerian Keuangan.

SPPA berisi informasi tentang data yang diasuransikan. perincian tujuan sampul, kondisi di sekitar tujuan sampul, tingkat risiko objek. dan masa asuransi. Kemudian, penerbitan dan pengajuan survei asuransi BMN akan segera dilakukan oleh Konsorsium Asuransi BMN.

"Jadi ada kontrak kerangka kerja antara Kementerian Keuangan sebagai manajer properti dengan sektor asuransi dan kami telah menandatangani kontrak kerangka kerja yang akan berfungsi sebagai dasar untuk semua pembelian kebijakan dari pemerintah KL dan konsorsium." , katanya kepada gedung DJKN, JakartaJumat (22/11).

Penandatanganan kontrak kerangka kerja untuk penyediaan layanan asuransi BMN sesuai dengan mandat Peraturan Menteri Keuangan No. 97 tahun 2019 tentang BMN BMN yang akan disediakan untuk uji coba pada tahun 2019 pada berdasarkan keputusan Menteri Keuangan nomor 253 tahun 2019 tentang langkah-langkah pelaksanaan jaminan kekayaan negara kepada kementerian / lembaga pada tahun 2019, yaitu gedung perkantoran, gedung pendidikan . dan bangunan kesehatan.

Selain mempromosikan berfungsinya dan fungsi administrasi publik, penentuan objek asuransi BMN terdiri dari memprioritaskan aset yang memiliki dampak signifikan pada utilitas jika rusak atau hilang.

1 dari 1 halaman

Perusahaan asuransi dapat menjadi anggota konsorsium

Presiden konsorsium asuransi BMN, Didit Mehta Pariadi, mengatakan ia sejauh ini bergabung dengan konsorsium asuransi BMN dari 56 perusahaan di sektor asuransi properti dengan nilai modal di atas 1,5 triliun rupee.

"Konsorsium itu mencakup 50 perusahaan asuransi dan 6 perusahaan asuransi, sehingga jumlahnya adalah 56 perusahaan," katanya.

Persyaratan yang dikenakan pada perusahaan untuk bergabung dengan konsorsium asuransi BMN, antara lain, saat ini tidak dikenakan sanksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rasio dan nilai minimum yang terkait dengan kesehatan perusahaan untuk perusahaan asuransi, yaitu modal risiko 120, ekuitas 150 miliar rupee dan rasio likuiditas hingga 100%.

"Selain bisa dan mau bekerja sama dengan anggota konsorsium lain untuk memberikan layanan yang baik kepada pemegang polis KL," katanya.

(Bim)

Baca juga:
Guru Silat dan veteran harus memiliki akses ke pekerjaan BPJS
Jasindo bermitra dengan PFN untuk memperkuat inklusi keuangan di asuransi Indonesia
Kementerian BUMN: Kekurangan likuiditas Jiwasraya disebabkan oleh saham Fried
OJK mengungkapkan bahwa 3 investor asing tertarik pada investasi di anak perusahaan asuransi di Jiwasraya
OJK menuntut asuransi untuk anggota yang dilarang dari LPP
Mandat UU Asuransi, pemerintah mendesak untuk segera membentuk lembaga penjaminan polis
Jiwasraya akan membuat agen asuransi-polisi, ini tantangannya

(tagToTranslate) Asuransi (t) Properti (t) Kementerian Keuangan (t) Ekonomi Indonesia (t) Jakarta


Source link

Check Also

Direktur Ari Askhara dan Ex Garuda Indonesia diberhentikan dari Komisaris untuk Anak dan Cucu

Warta.top – Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk kembali mengeluarkan surat pemecatan Ari Askhara di berbagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *