Home / uang / Pemerintah Habiskan Rp 62 Miliar untuk Bangun Terminal Bus Megah Garut

Pemerintah Habiskan Rp 62 Miliar untuk Bangun Terminal Bus Megah Garut

Warta.top – Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran Rp 62 miliar untuk membangun Terminal Tipe A berstandar nasional di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang tampak megah. Saat ini pembangunan Terminal Tipe A Guntur Kabupaten Garut sedang dalam tahap konstruksi dengan anggaran sudah menghabiskan dana sebesar Rp 25 miliar, selebihnya pembangunan bertahap.

“Sekarang yang sudah dan sedang dikerjakan Rp 24 miliar, total Rp 62 miliar. Hasilnya nanti ada rest area, semacam hotel, pusat perdagangan dan sebagainya, lengkap semuanya agar menjadi tempat yang representatif, terminal unggulan tingkat nasional, ”ujar Kepala Dinas. Angkutan Kabupaten Garut, Suherman, seperti dikutip dari Antara saat menghadiri monitoring dan evaluasi pembangunan daerah di Markas Kodam 0611 Garut, Selasa (13/10).

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Garut tentunya bersyukur telah mendapatkan program pembangunan terminal berstandar nasional yang akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat ketika hendak keluar kota atau datang ke Garut.

Selama pembangunan terminal, kata dia, aktivitas angkutan bus antarkota dan antarprovinsi di Terminal Guntur Garut masih berjalan normal dengan memberikan pelayanan di luar terminal. “Bus tetap beroperasi, masih jalan, tapi tidak pakai terminal, tapi di pinggir jalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi terminal di Garut Tipe B dan Tipe C masih perlu pembenahan demi kenyamanan masyarakat saat menggunakan jasa angkutan umum. Menurut dia, pembangunan Terminal Tipe B belum terlaksana, sedangkan Tipe C dari 12 terminal tersebut baru Terminal Guntur yang dalam kondisi baik atau layak.

“Di Garut ada 12 Tipe C yang seperti hanya Terminal Guntur,” ucapnya.

KAI berencana mengaktifkan jalur kereta Garut-Cibatu pada awal 2021

PT Kereta Api Indonesia (PTKAI) berencana mengaktifkan kembali kereta Stasiun Garut-Cibatu di Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk beroperasi secara komersial guna melayani masyarakat pada awal tahun 2021, yang sebelumnya akan beroperasi pada tahun 2020 tertunda akibat wabah COVID-19.

“Semula bisa diaktifkan tahun 2020, akhirnya ditunda, awal tahun (2021), Insya Allah layanan pengaktifan kembali bisa selesai,” kata Wakil Kepala Daop 2 Bandung, Soegito, seperti dikutip dari Antara di sela acara. monitoring dan evaluasi reaktivitas dan revitalisasi Stasiun Kereta Api di Markas Kodim 0611. Garut, Selasa (13/10).

Dia mengatakan, tahap awal kereta niaga yang akan dioperasikan adalah jalur kelas ekonomi menuju Stasiun Garut-Purwakarta, kemudian direncanakan kereta api untuk Stasiun Garut-Pasar Senen. Jakarta. “Target awalnya dioperasikan kereta ekonomi dari Garut ke Purwakarta, dari Garut ke Pasar Senen,” ujarnya.

Ia berharap jalur kereta api di Garut dapat beroperasi secepatnya sehingga masyarakat Garut semakin mudah untuk pergi ke luar kota atau sebaliknya, dan juga dapat menumbuhkan perekonomian Garut.

Jalur kereta api yang terkoneksi dengan kota besar, lanjutnya, dapat memudahkan para pebisnis mengembangkan usahanya, dan juga memudahkan warga dari berbagai daerah untuk berwisata ke Kabupaten Garut.

“Kami berharap pengaktifan kembali ini dapat memberikan kontribusi dalam menunjang angkutan barang karena potensi bisnisnya luar biasa, potensi pariwisatanya juga luar biasa,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sebelumnya jalur KA Stasiun Cibatu-Garut sudah lama tidak beroperasi, kemudian pemerintah pusat dan PTKAI mengaktifkan kembali angkutan massal tersebut untuk mendukung kegiatan masyarakat.

“Jadi salah satu tujuannya adalah kereta api yang bisa menjadi alat transportasi menuju kota, karena sekarang dari tahun ke tahun terjadi kepadatan angkutan darat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman menambahkan, pengaktifan kembali KA Stasiun Garut-Cibatu akan berdampak positif bagi perkembangan Garut, sehingga harus mendapat dukungan semua pihak agar program berjalan sesuai harapan bersama.

Menurutnya, kebutuhan angkutan massal yang terus meningkat setiap tahun termasuk kereta api masih banyak peminatnya untuk bepergian ke berbagai kota. “Kalau kita lihat data yang kita terima di Garut artinya lumayan banyak, artinya dari tahun ke tahun tidak berkurang meski stasiunnya ada di Cibatu (Garut utara),” ujarnya.

Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansyah menambahkan, jajarannya siap menjaga keamanan, ketertiban, dan selalu bersinergi dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan pembangunan kawasan Garut.

“Untuk membangun Garut mari kita bekerja sama agar Garut lebih baik dalam pembangunan transportasi,” kata Kapolres.

Komandan Kodim 0611 Garut Letkol CZi Deni Iskandar menambahkan, jajarannya bersama Polri siap mengawal objek-objek vital kepentingan umum agar program pembangunan daerah berjalan lancar.

Pelayanan kepada masyarakat, kata dia, harus diutamakan, jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh dampak pembangunan daerah dipersilakan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

“Kalaupun ada masalah bisa diselesaikan melalui jalur hukum, karena kita adalah masyarakat yang terpelajar, kita bisa bersinergi dengan mendukung program pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.

[bim]

Baca juga:
Banyak halte rusak, Transjakarta tetap beroperasi normal
Pengusaha Minta Revisi Regulasi Agar Tarif Angkutan Penyeberangan Dimudahkan
Petugas Membersihkan Sisa Kerusakan Halte Transjakarta
KRL Yogyakarta-Solo ditargetkan beroperasi pada awal 2021
Pemerintah Akan Hadirkan Bus Air di Sungai Kalimantan Barat
Rel Ganda Cirebon-Jombang Sepanjang 550 KM Telah Terhubung
Gandeng BPKH, Damri Sediakan Transportasi Jemaah Haji dan Umrah di Arab Saudi

.


Source link

Check Also

Volume Transaksi BNI Mobile Naik 80,4 Persen di Triwulan III 2020

Warta.top – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan peningkatan transaksi BNI Mobile sebesar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *