Home / uang / Pemerintah diingatkan untuk serius menangani kondisi udara yang buruk

Pemerintah diingatkan untuk serius menangani kondisi udara yang buruk

Warta.top – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Wahli) meminta pemerintah daerah menerapkan Peraturan Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Terutama dalam hal pencegahan kerusakan lingkungan.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia, Dede Ahdi mengatakan, beberapa upaya pencegahan kerusakan lingkungan bisa dilakukan dengan melakukan inventarisasi sumber pencemar, pemantauan kualitas udara, dan pengujian emisi gas buang.

Selain itu, dapat juga dilakukan dengan penataan penanggung jawab usaha dan / atau kegiatan yang dapat menimbulkan pencemaran udara dari sumber yang bergerak atau tidak bergerak.

Ia menilai kondisi udara yang semakin memburuk, menurutnya perlu ditangani lebih serius. Karena itu, ia pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.

“Tindakan yang bisa dilakukan dengan hati-hati dalam kegiatan yang meningkatkan sumber pencemaran udara, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, hingga mengurangi sumber pencemaran,” terangnya, Jakarta, Rabu (14/10).

Dalam studi Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN tentang polusi udara, penggunaan bahan bakar RON rendah justru akan menurunkan kualitas udara. Pada akhirnya tidak hanya akan berdampak negatif bagi kesehatan manusia, tetapi juga dapat mempengaruhi kecerdasan anak.

Dari rekomendasi hasil penelitian, BATAN menyatakan pentingnya pemanfaatan BBM tanpa timbal Pb. Program pemerintah dalam penggunaan bensin tanpa timbal yang diberlakukan sejak Juli 2006 dinilai sangat baik untuk lingkungan.

Peneliti Senior BATAN, Muhayatun Susanto mengatakan, program bensin tanpa timbal berdampak signifikan terhadap penurunan rata-rata konsentrasi timbal di Kota Bandung. Sayangnya hasil tersebut tidak diikuti oleh kota-kota lain di Indonesia karena kadar Pb pada PM-2,5 dan PM-10 di beberapa kota masih tergolong tinggi.

“Konsentrasi Pb di lokasi sampling Tangerang, Jakarta dan Surabaya lebih tinggi dari kota lain, “katanya.

Dalam penelitian BATAN tentang pencemaran udara telah mengambil sampel di beberapa kota seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Medan, Palangka Raya, Balikpapan, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Mataram dan Denpasar.

Dari puluhan kota yang diteliti, BATAN mencatat konsentrasi Pb tertinggi berada di Surabaya, Tangerang, dan Jakarta. Kandungan Pb dari pencemaran udara di ketiga wilayah tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, Pekanbaru, Medan, Palangka Raya, Balikpapan, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Mataram, dan Denpasar. . [idr]

.


Source link

Check Also

Capai Target, Pemerintah Catat 10 Juta UMKM Go Digital

Warta.top – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyebutkan sudah 16 persen pelaku usaha UMKM …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *