Home / uang / Menteri Koordinator Luhut: Menangani Agenda Prioritas Nasional Sampah Plastik

Menteri Koordinator Luhut: Menangani Agenda Prioritas Nasional Sampah Plastik

Warta.top – Menteri Koordinator Bidang Kelautan dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan, kendati menangani pandemi Virus Corona, pemerintah tidak melupakan kebijakan lain, salah satunya adalah penanganan limbah plastik. Hal ini terungkap ketika ia menjadi pembicara utama pada konferensi internasional yang diadakan secara virtual berjudul Radikal Pengurangan Polusi Plastik: Peluncuran Digital Rencana Aksi Multi-Stakeholder Indonesia dengan Global Plastic Action Partnership.

“Indonesia berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan program pembangunan berkelanjutan dan memerangi limbah plastik dan menjadikannya salah satu agenda prioritas nasional kami,” kata Menteri Koordinator Luhut di JakartaRabu (22/04).

Dalam menangani limbah plastik ini, Menteri Koordinator Luhut menjelaskan, Presiden Joko Widodo telah mengambil langkah strategis dengan menetapkan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional untuk Mengelola Sampah Rumah Tangga dan Sampah Rumah Tangga Sejenis, dan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut, yang memuat Rencana Tindakan tentang Penanganan Sampah Plastik di Laut tahun 2018-2025.

Upaya mengurangi limbah plastik di laut itu sendiri harus dilakukan secara terintegrasi pada lingkup nasional, regional dan global, terutama melalui pengurangan limbah yang berasal dari kegiatan di darat.

“Saya bangga mengumumkan bahwa Indonesia akan memilih bukan apa yang mudah, tetapi apa yang benar. Daripada bertahan dengan pendekatan bisnis seperti biasa, kami akan menerapkan pendekatan perubahan sistem penuh untuk memerangi limbah plastik dan polusi,” tegasnya.

1 dari 1 halaman

Indonesia Mempersiapkan 5 Perubahan Intervensi

Tahun lalu, lanjut Menteri Koordinator Luhut, Indonesia bergabung dengan Global Plastic Action Partnership, sebuah platform kolaborasi publik-swasta baru yang diluncurkan di World Economic Forum. Kemudian setelah itu, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan Kemitraan Aksi Plastik Nasional Indonesia (NPAP), kemitraan inklusif dan digerakkan oleh solusi untuk mengatasi tantangan polusi plastik, dan kemitraan yang sama saat ini sedang dipersiapkan untuk Ghana, dan segera juga untuk Vietnam.

“Melalui NPAP Indonesia, kami telah menciptakan platform untuk menyatukan ide-ide terbaik Indonesia untuk menangani polusi plastik bersama, mulai dari peneliti hingga bisnis dan masyarakat sipil,” katanya.

Dia menguraikan lima intervensi perubahan sistem yang dapat mendukung Indonesia untuk mengurangi 70 persen polusi plastik pada tahun 2025. Intervensi ini termasuk mendesain ulang produk plastik dan kemasan dengan penggunaan kembali dan daur ulang bernilai tinggi, dan meningkatkan pengumpulan limbah plastik dengan meningkatkan sistem pengumpulan sektor. didanai negara dan informal atau swasta.

“Kami berharap Rencana Aksi Indonesia akan menjadi inspirasi di masa-masa yang penuh tantangan ini, ini akan memicu kolaborasi dan komitmen yang lebih besar dari orang lain di panggung global. Visi ini melangkah lebih jauh, bahwa pada tahun 2040 kami bertujuan untuk mencapai Indonesia yang bebas polusi” plastik yang mewujudkan prinsip ekonomi sirkular, di mana plastik tidak akan lagi berakhir di lautan, saluran air, dan tempat pembuangan sampah kami, tetapi akan terus memiliki kehidupan baru, “jelasnya.

[bim]

Baca juga:
Banding di Rumah, Tempat Sampah Plastik, Pasokan Bahan Baku Kurang
Sampah Plastik untuk Potongan Pohon Mengisi Pantai Selatan Bali
Daur Ulang Botol Plastik Limbah menjadi Jubah Biksu
Ketika RI Menghilangkan Cukai Plastik, Seorang Siswa SMA Menciptakan Sedotan dari Biji Nangka
Mulai Maret, Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Berbelanja Berlaku di Bekasi

.


Source link

Check Also

Genjot Pariwisata, Pemerintah Bangun Marina Center di Padang

Warta.top – Dalam rangka meningkatkan pelayanan pariwisata di Sumatera Barat (Sumbar) khususnya Mentawai, Pemerintah tengah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *