Home / uang / Menkop Teten Mempersiapkan Stimulus untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM

Menkop Teten Mempersiapkan Stimulus untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM

Warta.top – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Teten Masduki mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan dua rangsangan khusus sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM di tengah wabah virus korona.

“Untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19, Kementerian Koperasi dan UKM sedang mempersiapkan beberapa program. Salah satunya adalah memberikan stimulus untuk meningkatkan daya beli UMKM,” kata Teten, Kamis (26/3).

Dia menambahkan, stimulus kedua diberikan dalam bentuk bantuan tunai, untuk sektor mikro. “Ini nantinya akan berupa uang tunai, langsung ditransfer. Kira-kira model (seperti) perpanjangan dari jaminan sosial yang ada,” tambahnya.

Stimulus bantuan tunai dicontohkan dalam bentuk dana sebesar Rp3 juta untuk usaha mikro / ultra mikro yang telah dipengaruhi oleh Covid-19 dari data yang diajukan oleh kantor regional.

Kemudian juga bantuan Rp. 2 juta untuk individu yang memiliki usaha mikro, Rp. 4 juta skema bantuan bekerja sama dengan BUMN makanan seperti Bulog, serta dalam bentuk subsidi untuk biaya pengiriman usaha mikro yang belum masuk platform digital.

1 dari 1 halaman

Bantuan Pemerintah

Pemerintah akan mendistribusikan bantuan sosial sebesar Rp. 5 juta untuk setiap pekerja formal dan informal untuk pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama perang melawan wabah virus korona (Covid-19). Ini juga untuk mengurangi tindakan pemutusan hubungan kerja (FLE) dan menjaga kelangsungan bisnis dari sisi perusahaan.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, khusus untuk pekerja di sektor formal, hadiah akan dibuat menggunakan skema BP Jamsostek.

“Jadi kami menambah dana operasional BP Jamsostek untuk memberikan bantuan sosial, yang besarnya masing-masing dari kami memberi Rp 1 juta plus insentif Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan. Sehingga sekitar sekira Rp 5 juta,” jelasnya dalam sesi teleconference dengan BNPB, Kamis (26/3).

Sementara untuk pekerja informal dan UKM, katanya, bantuan sosial akan disalurkan ke dalam konteks jaring pengaman sosial melalui program Kartu Ketenagakerjaan.

“Jadi, Tuan Presiden (Jokowi) telah memberikan arahan, program Kartu Pra-Kerja yang sebenarnya dirancang untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan kejuruan, kami akan meluncur ke bagian dari program jaring pengaman sosial, “katanya.

Reporter: Ika Ramadhani Pipit

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Untuk mengurangi dampak Corona, Pemerintah Menyediakan Rp. 5 Juta dalam Bantuan untuk Pekerja dan UKM
Presiden Jokowi Melarang Penagihan Utang dari Penagih Utang pada Ojek Online dan UKM
Menkop-UKM: Upaya KUMKM Harus Diselamatkan Di Tengah Pandemi Covid-19
Jokowi Memberikan Penundaan Angsuran kepada UMKM karena Dampak Korona
Erick Thohir Mendesak Bank-Bank BUMN untuk Mengurangi Suku Bunga Kredit untuk UKM

.


Source link

Check Also

Adhi Karya Mendapat Untung 2019 Rp663,8 Miliar

Warta.top – PT Adhi Karya (Persero) Tbk membukukan laba bersih 1966 sebesar Rp663,8 miliar. Sementara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *