Home / uang / Menko Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2021 Lebih Baik, Ini Penggeraknya

Menko Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2021 Lebih Baik, Ini Penggeraknya

Warta.top – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meyakini, perekonomian Indonesia akan mampu tumbuh lebih baik. Hal tersebut sejalan dengan beberapa proyeksi lembaga internasional seperti Bank Dunia, OECD, ADB dan IMF yang memproyeksikan pertumbuhan Indonesia berada pada kisaran 4,4 persen – 4,9 persen pada tahun 2021 dan 4,8 persen – 6,0 persen pada tahun 2022.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia sendiri memperkirakan perekonomian nasional akan tumbuh pada kisaran 4,5 persen – 5,3 persen pada tahun 2021.

Ia mengatakan, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari dukungan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terus didorong untuk memperkuat sisi daya beli (permintaan) dan produksi (pasokan). Selain terus menggulirkan program untuk meningkatkan daya beli, program untuk mendukung sisi produksi juga terus dilakukan.

“Tak ketinggalan, pemerintah juga akan mempercepat program vaksinasi massal, memperkuat implementasi UU Cipta Kerja, dan memperluas penerapan PPKM Mikro,” jelasnya dalam Dialog Khusus Indonesia Bicara “Menghasilkan Potensi UMKM” secara virtual. , di Jakarta, ditulis Jumat (2/4).

Alokasi anggaran Program PEN tahun 2021 sebesar Rp699,43 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibanding realisasi PEN tahun lalu yang sebesar Rp 579,78 triliun. Khusus untuk dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), telah dialokasikan anggaran PEN sebesar Rp 184,83 triliun.

Anggaran untuk mendukung UMKM dan pembiayaan perusahaan disediakan melalui enam stimulus, yaitu Subsidi Bunga UMKM, Bantuan Produktif Usaha Mikro, Subsidi Biaya Penjaminan (IJP), Penempatan Dana pada Bank Umum, Insentif Perpajakan, dan Restrukturisasi Kredit.

“Pemerintah mengutamakan pemulihan UMKM karena perannya yang strategis bagi perekonomian nasional. UMKM berkontribusi 61,1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja (116,9 juta tenaga kerja),” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga.

Bantuan untuk UMKM

Pandemi Covid-19 memang telah mengakibatkan beberapa UMKM menghadapi kendala. Berdasarkan survei Kementerian Koperasi dan UKM terhadap 195.099 UMKM, ditemukan 23,10 persen UMKM mengalami penurunan perputaran usaha, 19,50 persen UMKM terhambat distribusi, dan 19,45 persen UMKM mengalami kendala permodalan.

Kemudian, hasil survei ADB juga menunjukkan kondisi yang sama, yakni 30,5 persen UMKM di Indonesia menghadapi penurunan permintaan domestik dan sebanyak 48,6 persen UMKM tutup sementara.

“Salah satu langkah pemerintah untuk menghidupkan kembali kegiatan ekonomi UMKM adalah dengan merangsang modal kerja melalui KUR dengan suku bunga rendah dan tanpa tambahan agunan,” ujarnya.

Pada periode pandemi tahun lalu, nasabah UMKM yang menerima KUR diberikan tambahan subsidi bunga sebesar 6 persen, sehingga pada April-Desember 2020 tingkat suku bunga menjadi 0 persen. Selain itu, juga telah dibentuk skema KUR Super Mikro yang ditujukan bagi para pekerja dan ibu rumah tangga yang di-PHK yang melakukan usaha dalam skala mikro.

Sedangkan pada tahun 2021, pemerintah telah menetapkan perpanjangan pemberian subsidi tambahan bunga 3 persen, penundaan cicilan pokok, dan pelonggaran kebijakan KUR berupa perpanjangan jangka waktu dan tambahan pagu KUR menjadi Rp253 triliun. .

“Pemerintah membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pelaku UMKM, agar semua kebijakan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga kegiatan usaha UMKM semakin kuat dan berpeluang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

[bim]

Baca juga:
Strategi CIMB Niaga Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2021
Restrukturisasi Perbankan Capai Rp 1.400 Triliun, OJK Optimis Perekonomian Bangkit
Kontraksi di 2020 Belum Jauh, Pemerintah Yakin Pemulihan Ekonomi Tahun Ini Membuahkan Hasil Yang Baik
Gubernur BI Optimis Perekonomian Tahun Ini Lebih Baik
Menteri Sri Mulyani: Menjangkau Indonesia Tidak Seperti Membangun Candi Roro Jonggrang
Tinjauan Indonesia 2045 versi Menteri Sri Mulyani
Mengejar Pertumbuhan Ekonomi, Kolaborasi Kadin dan Pemerintah Perlu Dipercepat

.


Source link

Check Also

UU Cipta Kerja diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan korupsi

Warta.top – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja (UU) dapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *