Home / uang / Menkeu Mengingatkan Perubahan Iklim Berpotensi Berdampak Lebih Buruk Dari Corona

Menkeu Mengingatkan Perubahan Iklim Berpotensi Berdampak Lebih Buruk Dari Corona

Warta.top – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mendorong transformasi ekonomi global setelah keluar dari pandemi Covid-19 sehingga berbasis green recovery atau mengedepankan aspek lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, upaya tersebut perlu didorong mengingat perubahan iklim berpotensi meningkatkan kemungkinan berjangkitnya penyakit, menimbulkan pandemi dan krisis kesehatan masyarakat yang sama atau bahkan lebih buruk dari pandemi Covid-19.

“Para pembuat kebijakan harus mencermati paket pemulihan dari sudut pandang strategi jangka panjang yang membangun ekonomi berkelanjutan,” ujarnya seperti dikutip dari Antara saat menjadi salah satu pembicara pada konferensi Green Climate Fund secara virtual di Jakarta, Rabu (14/10).

Menteri Sri Mulyani Menegaskan, Indonesia, sebelum munculnya pandemi virus corona, menempatkan perubahan iklim sebagai arus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024 dengan strategi pembangunan rendah karbon (LCDI) Indonesia.

Pemerintah, kata dia, sudah dan akan terus berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon agar tangguh sekaligus menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak besar.

Adapun komitmen Indonesia, tambah Menkeu Sri Mulyani, yaitu mengurangi emisi karbon sebesar 26 persen dari upaya domestik dan 42 persen dari dukungan internasional pada tahun 2030.

Dukungan Pembiayaan Pemerintah

Sementara dari sisi pembiayaan, mantan Managing Director Bank Dunia ini menambahkan, Indonesia telah menerbitkan Global Green Sukuk sejak 2018 dengan total nilai nominal USD 2,75 miliar. Dana tersebut, kata dia, dialokasikan untuk membiayai transportasi berkelanjutan seperti jalur rel ganda dan kapal hemat energi.

Menteri Sri Mulyani menambahkan, alokasi dana tersebut juga untuk penanggulangan banjir dan daerah rawan bencana serta akses energi dari sumber terbarukan. Pemerintah juga mengalokasikan untuk proyek pengelolaan sampah dan efisiensi energi di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat menurunkan emisi sekitar 8,9 juta ekuivalen CO2.

Pada 2019, lanjutnya, pemerintah juga menerbitkan Sukuk Hijau Ritel pertama di dunia dengan total investasi hingga USD 100 juta. Ia berharap, peran swasta juga semakin optimal dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan emisi karbon karena masih terdapat kesenjangan pembiayaan yang besar.

Meski mengakui tantangan sektor swasta seperti regulasi, pemerintah memberikan dukungan kebijakan, salah satunya insentif fiskal dalam pembangunan rendah karbon, agar dapat berinvestasi dalam proyek hijau.

Selain itu, kata dia, juga terdapat skema pembiayaan yang inovatif, yakni kerjasama antara pemerintah dengan badan usaha (KPBU) serta pembiayaan gabungan atau blended finance antara pemerintah, swasta, dan filantropi.

[bim]

Baca juga:
Ilmuwan: 2020 adalah tahun terpanas dalam sejarah
Indonesia akan Memperjuangkan Masalah Perubahan Iklim di Forum Global
Dukung Energi Terbarukan, Apple Bangun Turbin Angin Terbesar di Dunia
Strategi Kementerian Pertanian untuk Melindungi Petani dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah Mengalokasikan Anggaran untuk Perubahan Iklim dan Lingkungan
Penampakan Es yang Mengapung di Perairan Samudra Arktik
Moskow menghangat, orang Rusia menikmati berjemur dan bermain air

.


Source link

Check Also

Menteri Perindustrian Agus mengatakan sudah ada 2 Kawasan Industri Halal di Indonesia

Warta.top – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, saat ini terdapat dua kawasan industri halal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *