Home / uang / Mendag: Indonesia Memasuki Masa Supercycle, Harga Komoditas Meningkat Signifikan

Mendag: Indonesia Memasuki Masa Supercycle, Harga Komoditas Meningkat Signifikan

Warta.top – Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia akan memasuki masa supercycle saat pandemi Covid-19, yakni harga beberapa komoditas akan meningkat cukup signifikan.

“Indonesia akan memasuki masa supercycle, di mana harga beberapa komoditas akan naik cukup signifikan, terutama kebutuhan pokok, sebagai akibat pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi pada saat pandemi dan pasca pandemi,” ujar Mendag seperti dikutip dari Antara. Antara, Selasa (6/4). .

Menurut dia, beberapa komoditas yang harganya naik selama periode super cycle adalah minyak bumi, gas alam cair (LNG), bijih besi, dan tembaga.

“Ini bukan kali pertama Indonesia menghadapi masa supercycle. Beberapa tahun lalu Indonesia sudah mengalaminya dan seperti periode sebelumnya, periode supercycle ini juga diharapkan bisa membawa keberuntungan dan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” ungkapnya. Menteri Perdagangan.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga akan menjadi trend perdagangan Indonesia dan mempengaruhi kinerja perekonomian nasional ke depan.

Tren pertama adalah munculnya investasi yang terjadi karena pasar yang besar. Hal ini terlihat dari sektor otomotif yang banyak berinvestasi karena besarnya pasar otomotif di Indonesia.

Tren kedua, bahan pokok Indonesia memberikan keunggulan komparatif yang baik karena mampu menghasilkan barang dan jasa dengan harga yang sangat kompetitif. Kondisi ini sudah terlihat dari produksi stainless steel di Indonesia dimana Indonesia merupakan produsen terbesar kedua di dunia.

Tren Berikutnya

Tren ketiga, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tinggi, seperti perhiasan yang merupakan komoditas ekspor nonmigas andalan Indonesia. Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang saling mendukung, Indonesia mampu menghasilkan produk perhiasan yang kompetitif di pasar dunia.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, diharapkan ke depan banyak negara yang menjadi mitra dagang khusus Indonesia. Terutama Jepang, Amerika Serikat dan China.

“Negara-negara tersebut tidak hanya menjadi mitra dagang, tetapi juga menjadi sumber investasi bagi perekonomian nasional dengan produk-produk yang menjadi penopang utama ekspor nonmigas Indonesia,” ujar Mendag. [idr]

Baca juga:
Wakil Menteri Perdagangan Jerry: IA-CEPA Optimalkan Indonesia Sebagai Penggerak Ekonomi
Indonesia-China Berhasil Mencapai Perjanjian Dagang Rp 20,04 Triliun
Meski Harga Kedelai Dunia Makin Mahal, Pemerintah Jamin Harga Tahu Tempe di Bulan April Stabil
Mendag Lutfi Ungkap Komitmen Perdagangan Indonesia-China 3 Tahun Mendatang
Ada IEU-CEPA, ekspor Indonesia akan meningkat 5,4 persen
Pemerintah Pastikan Stok Kedelai April Aman, Harga Mulai Dari Rp 9.000

.


Source link

Check Also

Airlangga Dorong Perbankan Naikkan Target Kredit UMKM Hingga 35 Persen

Warta.top – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong perbankan untuk memenuhi target penyaluran kredit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *