Home / uang / Memasuki Era Industri 4.0, Indonesia Perlu Memperhatikan 5 Faktor Ini

Memasuki Era Industri 4.0, Indonesia Perlu Memperhatikan 5 Faktor Ini

Warta.top – Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman menegaskan, Indonesia harus memiliki 5 faktor utama untuk bisa mengimplementasikan era transformasi industri 4.0.

Rizal mengatakan, faktor pertama yang perlu dimiliki adalah adanya aspirasi dan arah yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut.

Ia mengatakan pemerintah telah menargetkan hal tersebut, salah satunya dengan menetapkan 7 sektor industri yang menjadi fokus program prioritas Indonesia 4.0. Antara lain sektor industri makanan / minuman, tekstil / sandang, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, dan alat kesehatan.

“Perlu ada tujuan yang jelas, dapat ditindaklanjuti, tepat sasaran, dan berdampak penuh, dan pemerintah Indonesia memiliki peta jalan dengan 7 industri dan 10 prioritas nasional. Jelas Indonesia punya itu,” katanya di virtual West Merdeka Forum ( FMB), Senin (5/4).

Kedua, perlu adanya sektor prioritas serta teknologi utama yang harus dikembangkan. Dia mengambil contoh Jerman, yang berfokus pada internet of things dan juga sistem fisik cyber.

“China juga berkembang ke semua sektor. Indonesia sudah memiliki 7 industri prioritas yang akan dikembangkan menjadi industri 4.0. Jadi itu sudah kita penuhi,” lanjutnya.

Faktor ketiga adalah kebutuhan akan sumber pembiayaan. Menurutnya, modal harus ada pada saat pergantian dari perubahan waktu, seperti di era industri 2.0 ke industri 3.0 dan ke industri 4.0, dan seterusnya.

“Butuh investasi pengganti sekitar 40 hingga 50 persen dari pembiayaan. Keduanya merupakan pendanaan untuk riset dan pengembangan. Ini sangat diperlukan untuk menyukseskan Industri 4.0, peran riset dan pengembangan,” jelasnya.

Lanjut

Selanjutnya, Rizal juga menegaskan bahwa kesuksesan industri 4.0 merupakan agenda nasional, tidak hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk swasta dan seluruh pemangku kepentingan.

Terakhir, ia juga menyoroti kesiapan usaha kecil menengah (UKM) memasuki era industri 4.0. Termasuk mereka yang memiliki keterampilan tenaga kerja rendah atau pekerja dengan kemampuan rendah.

“Perlu kita siapkan program reskilling upskilling dan termasuk shifting. Jadi ini perlu dilakukan oleh pemerintah, dan dengan 5 hal tersebut saya optimis Indonesia akan terus bisa menerapkan road map industri 4.0, ” dia menambahkan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

[idr]

.


Source link

Check Also

UU Cipta Kerja diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan korupsi

Warta.top – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja (UU) dapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *