Home / uang / Masuk daftar transaksi ganjil, begini tanggapan CIMB Niaga dan BCA

Masuk daftar transaksi ganjil, begini tanggapan CIMB Niaga dan BCA

Warta.top – Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan (FinCEN) melaporkan adanya kebocoran data aliran dana yang mencurigakan atau transaksi aneh yang keluar masuk bank-bank besar dunia, termasuk di bank-bank Indonesia.

Di dalam negeri, tercatat 19 bank memiliki aliran dana ganjil, dengan total nilai mencapai USD 504,65 juta atau sekitar Rp7,41 triliun. Jumlah dana tersebut terdiri dari uang yang masuk ke Indonesia senilai USD 218,49 juta, dan dana yang ditransfer ke luar Indonesia sebesar USD 286,16 juta.

Dari 19 bank tersebut, tercatat bank swasta yang terlibat, seperti PT Bank CIMB Niaga Tbk. Bank ini tercatat dalam laporan Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) sebagai salah satu bank yang diduga menerima ganjil sebesar USD 4,88 juta atau Rp 72 miliar.

Direktur Kepatuhan, Corporate Affairs dan Legal PT Bank CIMB Niaga Tbk, Fransiska Oei menegaskan CIMB Niaga memiliki sistem otomasi untuk mendeteksi transaksi yang mengandung unsur mencurigakan.

“Setiap transaksi yang memenuhi unsur ini akan diselidiki dengan mengumpulkan berbagai informasi yang tersedia dan bisa diperoleh Bank,” kata Fransiska kepada Liputan6.com, Selasa (22/9).

Ia menegaskan, jika transaksi tersebut secara positif memenuhi unsur transaksi mencurigakan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, maka akan ditindaklanjuti.

“Jadi Bank akan melaporkan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” ujarnya.

Tanggapan bos BCA

Tak hanya CIMB Niaga, Bank Central Asia (BCA) juga masuk dalam daftar tersebut. Namun, Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja memastikan pihaknya selalu mengikuti aturan yang ada.

“BCA senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang perbankan dan Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme / APUPPT,” kata Jahja.

FinCEN mencatat sebanyak 496 transaksi mencurigakan yang masuk dan keluar Indonesia oleh 19 bank dengan total nilai USD 504,65 juta atau sekitar Rp 7,41 triliun.

Ke 19 bank tersebut antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kemudian ada juga sejumlah bank swasta besar seperti Bank Central Asia (BCA), Bank DBS Indonesia, Bank Windu Kentjana International, Hong Kong Shanghai Banking Corp (HSBC), CIMB Niaga.

Kemudian Bank Panin, Bank Nusantara Parahyangan, Bank of India Indonesia, OCBC NISP, Bank Danamon, Bank Commonwealth, Bank UOB Indonesia, Bank ICBC Indonesia, Chinatrust Indonesia, Standard Chartered, Bank International Indonesia, hingga Citibank.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

[idr]

.


Source link

Check Also

OJK Jelaskan Cara Meningkatkan Minat Komunitas Asuransi

Warta.top – Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *