Home / uang / Kiat Mengelola Keuangan yang Membengkak Karena Bekerja dari Rumah Saat Ada Korona

Kiat Mengelola Keuangan yang Membengkak Karena Bekerja dari Rumah Saat Ada Korona

Bekerja di rumah. © 2012 Warta.top

Warta.top – Penyebaran virus Corona yang terus meningkat di Indonesia membuat pemerintah mengeluarkan seruan untuk tetap betah. Sejumlah perusahaan juga telah menerapkan kebijakan kerja dari rumah (bekerja dari rumah/ wfh) untuk karyawannya.

Di sisi lain, kegiatan di rumah justru memunculkan masalah baru. Biaya tambahan yang menyebabkan keuangan rumah tangga menjadi tidak teratur.

Spesialis Investasi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Krizia Maulana, tidak menampik tinggal di rumah untuk batas waktu yang tidak ditentukan menimbulkan sejumlah masalah baru. Mulai tambahan pengeluaran rumah tangga, hingga keadaan mental yang dipicu oleh kebosanan karena tidak bisa kemana-mana.

“Untuk alasan ini, langkah pertama yang sekarang harus diambil adalah harus siap secara mental. Setiap orang harus menerima situasi. Ketika ini darurat, tinggal di rumah adalah pilihan terbaik untuk kebaikan bersama. Ketika kondisi mental baik, maka kami menjadi lebih siap menghadapi masalah “yang hanya bisa muncul karena pandemi Corona,” katanya dalam sebuah pernyataan Jakartakemarin.

Dia terus tinggal di rumah memang menimbulkan masalah baru. Garis depan adalah peningkatan pengeluaran rumah tangga. Kebijakan di rumah bagi siswa dan karyawan tentunya mengarah pada biaya tambahan yang mencakup biaya internet (kuota), listrik, makanan (camilan dan makanan ringan), hingga pembelian suplemen (vitamin) yang jumlahnya tidak sedikit. Suka atau tidak kita harus menyiapkan biaya tambahan, atau mengambilnya dari pos lain.

Lalu bagaimana cara mengaturnya agar keuangan rumah tangga kembali normal? Berikut tipsnya.

1 dari 4 halaman

1. Gunakan Dana Darurat

dana darurat

Menurut Krizia, di sinilah pentingnya memiliki dana darurat. Kita dapat menggunakan sebagian dana darurat untuk menutupi biaya tambahan.

Tetapi bagaimana jika Anda tidak memiliki dana darurat? Jangan ambil dari posting mendatang yang telah kami siapkan.

Apa yang bisa kita lakukan adalah meninjau pengeluaran. Apa saja barang yang bisa dialihkan untuk menutupi biaya tambahan.

2 dari 4 halaman

2. Buat Daftar Biaya

daftar pengeluaran

Krizia menyarankan untuk membuat daftar pengeluaran rutin bulanan. Tujuannya adalah untuk mengetahui pos mana yang dapat kita hentikan dan ganti untuk menutupi biaya tambahan kita.

Misalnya anggaran transportasi, dan barang-barang gaya hidup (menonton film, makan di restoran, liburan, anggota gym, dll.) Adalah biaya yang dapat dialihkan untuk menutupi biaya tambahan.

“Karena jelas, pos-pos ini tidak akan dikeluarkan saat kami bekerja di rumah.”

3 dari 4 halaman

3. Bijaksana dalam Berbelanja

dalam berbelanja

Langkah selanjutnya, lanjut Krizia, adalah menahan nafsu untuk berbelanja. Ketakutan berkurangnya persediaan makanan telah menyebabkan segelintir orang panik membeli dengan membeli sejumlah kebutuhan pokok.

“Faktanya, pemerintah telah memastikan bahwa persediaan makanan dan kebutuhan rumah tangga tetap aman. Jangan panik dan berbelanja sesuai kebutuhan,” katanya.

Termasuk saat berbelanja online. Kemudahan teknologi, dan tinggal terlalu lama di rumah, membuat orang merasa bosan. Akhirnya, banyak juga yang mengalihkan dengan berbelanja online. Tapi hati-hati, ini justru membuat kita jadi rajin belanja, dan menambah pengeluaran rumah tangga. Jadilah bijak dalam berbelanja (online).

“Berbelanja sesuai dengan kebutuhan Anda dan manfaatkan diskon yang ditawarkan oleh banyak pedagang daring yang tersebar selama Anda bekerja di rumah,” jelasnya.

4 dari 4 halaman

4. Terus berinvestasi

menginvestasikan

Kondisi saat ini membuat kita menyadari betapa pentingnya memiliki dana darurat. Untuk itu, langkah terakhir adalah tetap berinvestasi.

Ketika kita menyesuaikan anggaran rumah tangga kita untuk menutupi biaya tambahan selama bekerja di rumah, kita dapat mengurangi porsi investasi kita. Tetapi setelah periode penyesuaian berakhir, dan kita dapat menutup biaya tambahan, menyesuaikan kembali porsi investasi kita.

“Jika mungkin menambah porsinya untuk membuat porsi dana darurat yang sebelumnya tidak kita miliki,” pungkasnya.

[bim]

Baca juga:
Pemerintah Berencana Menggunakan Mesin TCM untuk Memeriksa Pasien dengan Symptomatic Covid-19
Cegah Penyebaran Corona, Kapal Pesiar Dilarang Bersandar di Pelabuhan Benoa Bali
Pemerintah Kota Magelang: 9 PDP Covid-19 Orang Menyatakan Disembuhkan dan Telah Kembali ke Rumah
Sri Mulyani Menjabarkan Sumber Anggaran untuk Stimulus Corona sebesar Rp405 Triliun
Cegah Korona di Penjara, Menkum Rencana Hak Asasi Manusia akan Membebaskan 300 Narapidana Korupsi
Pembebasan dan Diskon Tarif Listrik Swallow Rp 3,5 Triliun, ESDM Yakin PLN Tidak Akan Kehilangan

.


Source link

Check Also

Pemerintah Diminta Menambahkan Lebih Banyak Moda Transportasi Saat Mempermudah PSBB

Warta.top – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang periode Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *