Home / uang / Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas III dinilai menjadi penghambat pemulihan ekonomi

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas III dinilai menjadi penghambat pemulihan ekonomi

Warta.top – Ekonom Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef) Enny Sri Hartati menilai pemerintah seharusnya tidak menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan Kelas III di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Sebab secara matematis, BPJS Kesehatan memiliki polis asuransi terbesar di Indonesia.

Secara matematis dan ekonomis dengan cover keanggotaan hingga 100 juta, kata Enny saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat, (1/1).

Dikatakannya, belum ada lembaga asuransi yang memiliki keanggotaan lebih besar dari BPJS Kesehatan. Artinya, dana yang terkumpul dari masyarakat dinilai tidak perlu untuk mengurangi subsidi bagi peserta kelas III.

Enny mengatakan, masalahnya terletak pada pengelolaan dana yang dihimpun asuransi kesehatan pelat merah. “Kenapa sampai kemarin ada masalah defisit di BPJS Kesehatan karena tingkat tata kelola yang bermasalah,” ujarnya.

Iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 35.000 saat ini dinilai Enny cukup kompetitif, karena beberapa perusahaan asuransi bahkan menawarkan polis yang lebih murah. “Banyak perusahaan swasta yang memberikan asuransi dengan harga yang sama dan tidak ada batasan klaim juga,” ujarnya.

Untuk itu, ia menilai pemerintah tidak ada gunanya memberikan subsidi namun kontribusi BPJS Kesehatan tetap akan ditingkatkan. Dalam kondisi saat ini, pemerintah harus bisa meringankan beban masyarakat.

Sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Akselerasi tingkat konsumsi rumah tangga juga akan meningkat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. [azz]

.


Source link

Check Also

GeNose Juga Akan Digunakan Secara Acak Pada Penumpang Bus

Warta.top – Penggunaan alat pendeteksi Covid-19 anak bangsa, GeNose, tak hanya dilakukan di moda transportasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *