Home / uang / Kementerian Keuangan Optimis Perekonomian Akan Lebih Baik: Semua Komponen Berada dalam Tren Positif

Kementerian Keuangan Optimis Perekonomian Akan Lebih Baik: Semua Komponen Berada dalam Tren Positif

Warta.top – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengaku optimistis tren pertumbuhan ekonomi ke depan akan terus meningkat. Hal tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi pada kuartal ketiga tahun 2020.

“Sekarang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang nyata. Itu sudah menunjukkan perbaikan dalam beberapa bulan terakhir,” katanya di Jakarta, Minggu (15/11).

Seperti diketahui, perekonomian Indonesia pada kuartal III tahun 2020 mengalami kontraksi minus 3,49 persen. Pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya, pada triwulan II tahun 2020 yang mengalami kontraksi minus 5,32 persen.

Lima indikator pertumbuhan ekonomi domestik yang naik antara lain konsumsi rumah tangga dari minus 5,5 persen pada triwulan II menjadi minus 4 persen, belanja pemerintah yang pada triwulan terakhir minus 6,9 persen, kini tumbuh positif mencapai 9,8 persen, investasi dari minus 8,6 persen. persen kuartal terakhir sekarang tumbuh menjadi minus 6,5 persen.

“Ekspor dari minus 11,7 persen pada kuartal terakhir kini merayap naik 10,8 persen, dan terakhir impor dari minus 17 persen menjadi minus 11,9 persen,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini disebabkan karena pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan stimulus fiskal terkait pemulihan ekonomi ke depan. Masing-masing kebijakan tersebut tampaknya berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi bangsa di tengah pandemi.

“Seluruh komponen pertumbuhan berada dalam tren positif, yang didukung penuh oleh stimulus fiskal pandemi Covid-19 dan program pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah untuk mengantisipasi permasalahan diatas adalah dengan memberikan bantuan sebesar Rp.695,2 triliun. Pagu ini digunakan pemerintah sebagai upaya mengatasi penyebaran Covid-19 dan juga sebagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Seperti diketahui, saat ini pagu anggaran yang dialokasikan pemerintah mencapai Rp383,01 triliun per 9 November 2020. Realisasi itu setara 55,1 persen dari pagu yang ditetapkan Rp695,2 triliun.

Dari pagu anggaran yang dialokasikan, terdapat enam klaster program utama yaitu kesehatan, perlindungan sosial, pemerintah daerah dan sektoral, insentif usaha, UMKM, dan pembiayaan perusahaan.

Berdasarkan cluster tersebut, anggaran kesehatan yang terserap mencapai Rp 34,07 triliun. Jumlah ini setara dengan 35 persen dari total persen dari pagu penyesuaian yang ditetapkan sebesar Rp. 97,26 triliun.

Sedangkan untuk cluster perlindungan sosial, hingga 77,3 persen telah terserap atau tercatat Rp181,11 triliun. Kemudian untuk sektor Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah mencapai 49,2 persen atau mencapai Rp 32,47 triliun.

Selanjutnya realisasi anggaran dukungan UMKM mencapai Rp. 95,23 triliun, atau setara 82,9 persen, insentif usaha Rp. 38,13 triliun atau setara dengan 31,6 persen, dan pembiayaan perusahaan mencapai Rp. 2 triliun atau hanya Rp. 3,2 persen. [azz]

Baca juga:
Bos Bappenas: Tidak ada trade-off antara pemulihan ekonomi dan pelestarian lingkungan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut mengklaim Indonesia mulai keluar dari resesi ekonomi
Indonesia Memasuki Resesi, Ini Yang Harus Dilakukan Pemerintah
Ada pemulihan, BI optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV akan lebih baik
Sri Mulyani Menyebut Triwulan III 2020 sebagai Titik Balik Pemulihan Ekonomi

.


Source link

Check Also

Dibubarkan Jokowi, tugas KEIN dilimpahkan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Warta.top – Pemerintah melimpahkan tugas dan fungsi Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) ke Kementerian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *