Home / uang / Kementerian ESDM Dapatkan Plafon Anggaran Rp 6,89 Triliun untuk 2022

Kementerian ESDM Dapatkan Plafon Anggaran Rp 6,89 Triliun untuk 2022

Warta.top – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memperoleh pagu indikatif untuk tahun anggaran 2022 sebesar Rp 6,89 triliun. Hal itu diputuskan dalam rapat gabungan dengan Komisi VII DPR.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pihaknya akan melaksanakan semua kegiatan yang telah disepakati dalam pagu anggaran.

“Kami akan melaksanakan apa yang telah disepakati dengan upaya terbaik,” kata Arifin seperti dikutip Antara di Jakarta Jakarta, Kamis (10/6).

Dari pagu indikatif ini, Ditjen Migas mendapat alokasi anggaran maksimal Rp 2,78 triliun untuk digunakan membangun infrastruktur migas, seperti jaringan gas rumah tangga hingga pembangunan pipa transmisi Cisem.

Direktorat Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) mendapat anggaran Rp 888,72 miliar untuk pembangunan PLTS atap hingga pengembangan sektor energi bersih lainnya guna mempercepat pencapaian target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen. .

Direktorat Mineral dan Batubara memperoleh pagu anggaran sebesar Rp553,55 miliar untuk mendorong produksi mineral dan pertambangan guna memberikan penerimaan negara yang maksimal.

Ditjen Ketenagalistrikan mendapat anggaran sebesar Rp440,29 miliar yang akan digunakan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

Selanjutnya, Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM meraih pagu indikatif sebesar Rp. 313,90 miliar, Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM sebesar Rp. 11,34 miliar, Sekretariat Dewan Energi Nasional Rp. 85,23 miliar, dan Badan Litbang sebesar Rp. 456,72 miliar.

Badan Pengembangan SDM

Kemudian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rp. 555,28 miliar, Badan Geologi Rp. 368,83 miliar, Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rp. 249,7 miliar, dan Badan Pengelola Migas Aceh Rp. 85,27 miliar.

Pada proposal sebelumnya, pagu indikatif belanja Kementerian ESDM hanya Rp. 5,05 triliun. Kenaikan anggaran menjadi Rp6,89 triliun itu berdasarkan persetujuan seluruh fraksi di Komisi VII DPR.

Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menegaskan, persetujuan pagu indikatif ditujukan untuk masyarakat, termasuk sambungan listrik gratis bagi masyarakat miskin yang mencapai 217.000 keluarga di seluruh Indonesia.

“Perlu kita garis bawahi bahwa kenaikan pagu indikatif sebesar 92 persen itu untuk masyarakat langsung,” kata Sugeng. [idr]

Baca juga:
Komisi XI DPR Sepakati Plafon Indikatif Kementerian Keuangan Rp 43,19 Triliun Tahun 2022
Kemenkeu Usulkan Plafon Indikatif Rp 43,19 Triliun Tahun 2022, Berikut Rincian Penyalurannya
Berikut Asumsi Energi Makro yang Diusulkan Pemerintah dalam RAPBN 2022
Kemenkeu Minta Anggaran Rp 33,63 Triliun untuk 2022
Sri Mulyani: Penyerapan Anggaran Kemenkeu 42 Persen Hingga 8 Juni 2021
Bos Bappenas Soal Anggaran Alutsista Rp 1,7 triliun Kemhan: Kita tidak pernah tahu angka itu

.


Source link

Check Also

Kinerja Investasi 2020 Cetak Sejarah Baru Pasca Reformasi

Warta.top – Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengklaim, realisasi investasi …

Leave a Reply