Home / uang / Kementerian BUMN Diminta Transparan Bentuk Penggabungan Bank BUMN Syariah

Kementerian BUMN Diminta Transparan Bentuk Penggabungan Bank BUMN Syariah

Warta.top – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Marwan Jafar, meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempresentasikan secara transparan roadmap proses merger bank BUMN syariah.

“Ini bukan sekedar merger biasa. Holding bank syariah sekarang ini membutuhkan penataan ekosistem yang berbeda dari ekosistem perbankan biasa. Di sini harus ada roadmap yang jelas, mencari SDM yang berkualitas, dan semuanya sesuai dengan KPI (Key Performance Index). Masing-masing, ”kata Marwan, Jumat (20/11).

Ia berharap bank syariah hasil merger yang akan dibentuk benar-benar menganut sistem syariah sesuai kaidah fiqh yang benar. Jangan hanya menggunakan label syariah, tetapi praktiknya tidak berbeda dengan bank konvensional.

Menurut dia, potensi bisnis bank syariah sangat prospektif. Apalagi dalam situasi perekonomian yang lesu seperti sekarang ini banyak bank konvensional yang mengalami kemunduran, sehingga bank syariah menjadi salah satu pilihan bisnis yang potensial.

Di luar negeri, seperti di Eropa, banyak konsumen non-Muslim yang mempercayai bank konsep syariah. Karenanya, menurutnya, saat ini tepat untuk mempromosikan merger bank syariah BUMN ini kepada investor, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Apalagi, seperti diketahui, gabungan 3 bank syariah Himbara tersebut kini tidak bisa masuk kategori BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) IV karena modal inti hanya Rp 20,2 triliun, belum memenuhi persyaratan Rp 30 triliun. Padahal, jika belum masuk dalam kategori buku IV, bank akan sulit mengembangkan kegiatan usahanya ke skala global.

Untuk itu, dia mengingatkan agar proyek induk bank syariah milik negara itu tidak gagal, karena taruhannya adalah merosotnya kepercayaan masyarakat kepada investor global. Menurutnya, bisnis terpenting di tengah pandemi adalah faktor kepercayaan.

“Saya masih optimistis bisa. Yang penting cari pola dan wajibnya harus ditata dengan baik sejak awal. Mungkin perlu konsultan khusus, agar nantinya bank ini benar-benar dipercaya masyarakat dan investor,” katanya. dia menambahkan.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Syariah Syakir Sula menilai merger Himbara syariah harus diperjuangkan agar bisa masuk kategori BUKU IV jika ingin hasil yang optimal. Salah satunya dengan menambah modal ini sebesar Rp. 10 triliun.

Menurutnya, tanpa tambahan modal inti, bank merger syariah milik negara ini harus dipertanyakan apakah benar-benar akan menjadi Bank Himbara ke-5, atau malah menjadi “anak” Bank Mandiri yang dikenal memiliki saham terbesar. yaitu 51,2 persen.

“Itu dua hal yang berbeda. Kalau jadi anak perusahaan Bank Mandiri, apa gunanya merger,” jelasnya. [azz]

Baca juga:
Penggabungan Bank Syariah Memperkuat Posisi Indonesia di Industri Halal Global
Penggabungan Tiga Bank Syariah Milik Negara Tingkatkan Daya Saing Industri
Tim Merger Bank Syariah Rangkul Dukungan Presiden Jokowi
Merger Bank Syariah BUMN, Presiden Jokowi Ibarat Membangunkan Raksasa Tertidur
Pertumbuhan Perbankan Syariah Kalahkan Konvensional Di Tengah Pandemi
OJK: Penggabungan Bank Syariah BUMN Jadikan RI Pusat Ekonomi Syariah Dunia

.


Source link

Check Also

Tarif Tol Depok-Antasari Seksi 1 Naik Rp 500 menjadi Rp 1.000 Mulai 6 Desember 2020

Warta.top – Tarif Tol Depok-Antasari Seksi 1 naik mulai 6 Desember 2020 pukul 00.00 WIB. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *