Home / uang / Kemajuan industri kreatif Indonesia membutuhkan dukungan lokasi yang mumpuni

Kemajuan industri kreatif Indonesia membutuhkan dukungan lokasi yang mumpuni

Warta.top – Pendiri dan arsitek AT-LARS, Stephanie Larasati menyatakan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam membangun suatu tempat adalah fleksibilitas dan keberlanjutan. Penciptaan suatu tempat tentunya juga harus memiliki keterkaitan dengan ekonomi kreatif yang nantinya akan berdampak pada perluasan kesempatan kerja dan perkembangan teknologi.

“Jika kita melihat ekonomi kreatif dari tetangga kita di Eropa, dimulai 20 tahun lalu, dan awal mulanya paralel dengan munculnya era digital. Itu tidak bisa dipisahkan antara ekonomi kreatif dan teknologi,” kata Stephanie di sela acara. Webinar Ideafest berjudul ‘Ekonomi Tempat: Pembenahan. Ruang Komunitas untuk Meningkatkan Kualitas Hidup ‘pada Sabtu (14/11).

Secara garis besar ekonomi kreatif merupakan perkawinan antara budaya, kreativitas, teknologi, serta ekonomi dan perdagangan. Keempat hal tersebut berperan dalam menciptakan lapangan kerja, lapangan pendapatan, dan juga memprovokasi produk-produk yang bisa diekspor.

Di era globalisasi ini, negara-negara mulai menyadari bahwa tempat-tempat yang memiliki ciri khasnya sendiri memiliki kekuatan untuk mendatangkan manusia. “Misalnya Menara Eiffel di Indonesia kita punya tapi skalanya tidak sebesar di luar. Di sana kita bisa melihat antara budaya dan keuangan, yang bila digabungkan menghasilkan sinergi yang luar biasa,” jelasnya.

Berangkat dari fenomena tersebut dapat dilihat bahwa dalam rangka menciptakan ekonomi kreatif, wadah atau ruang kreatif. Masyarakat membutuhkan lokasi yang menarik dan menarik dimana lokasi ini nantinya juga akan disuguhkan oleh orang-orang kreatif, seperti musisi, penggiat seni, dan lain-lain. Kemudian, karya yang dihasilkan oleh para seniman ini nantinya akan menghasilkan pemasukan bahkan prospek untuk pasar global.

Sentuhan Kreatif Meningkatkan Derajat Ekonomi

Sementara itu, penting untuk melihat berbagai kemungkinan dalam membangun suatu tempat. Daerah yang sebelumnya tidak dikembangkan dengan baik akan berpotensi setelah ada proyek kreatif.

Kemudian, perlahan-lahan derajat area tersebut akhirnya meningkat. Ini dilihat sebagai dampak positif bagi manusia dan perputaran ekonomi tempat.

“Jika ada proyek yang dirancang dengan baik, itu juga akan berdampak pada lingkungan sekitarnya.” kata Stephanie.

Sependapat dengan Stephanie, CEO dan Co-Founder M Bloc Space, Handoko Hendroyono menyatakan bahwa selain memperhatikan place making, suatu tempat juga harus memperhatikan place branding.

“Di sinilah yang menarik, karena kita juga harus bicara seperti apa model bisnisnya,” imbuhnya.

Salah satu bentuk praktiknya adalah bagaimana Blok M tidak eksklusif di tempat itu. Namun, Blok M menyerap energi seluruh area sebanyak mungkin Jakarta Selatan yang erat kaitannya dengan kreatif, budaya hipster.

“Ini bukan merayakan tempat menjadi sejuk, tapi kita punya disiplin untuk mengembangkan tempat yang bernilai ekonomi tinggi,” pungkasnya.

Reporter Intern: Theniarti Ailin

[bim]

Baca juga:
Geliat industri home bakery di tengah pandemi
Melihat Pembuatan Bushing Karet dari Ban Bekas
Pedagang Furnitur Mengeluh Mengurangi Daya Beli Masyarakat
Dukung Industri Kecil Menengah Saat Pandemi, Disperindag DIY Gelar Pameran Virtual
Denyut Seorang Pengrajin Kursi Sofa Saat Pandemi
Azwar Anas Nilai Industri Kreatif Bantu Pulihkan Ekonomi Terdampak Pandemi

.


Source link

Check Also

Triwulan III-2020, Penyaluran Pinjaman SMF Capai 99,47 Persen

Warta.top – Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Ananta Wiyogo, melaporkan penyaluran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *