Home / uang / Jelang Tahun Baru 2021, Penumpang Taksi Jakarta Turun 70 Persen

Jelang Tahun Baru 2021, Penumpang Taksi Jakarta Turun 70 Persen

Warta.top – Ketua Organisasi Transportasi Darat (Organda) Provinsi DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, menyebut taksi sebagai moda transportasi umum di kota yang paling terpukul saat perayaan Tahun Baru 2021. Mengingat ditutupnya sejumlah jalan utama di Ibu Kota membuat warga enggan merayakan malam tahun baru.

“Kalau bisa bisa dikatakan taksi ini terkena dampak terparah saat tahun baru (2021). Karena jalan utama ditutup, seperti Sudirman, Thamrin, dan lain-lain,” ujarnya saat dihubungi Warta.top, Sabtu (2/2). 1).

Shafruhan mencatat, laju penurunan penumpang taksi sendiri mencapai 70 persen year on year (yoy). Menyusul berkurangnya mobilitas masyarakat untuk merayakan malam tahun baru.

“Penurunan penumpang (taksi) berkisar antara 60 hingga 70 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bisa dibayangkan, saat jalan ditutup, mobilitas orang juga akan berkurang,” jelasnya.

Penumpang Bus AKAP Meningkat Dari November

Namun, modus antar kota antar provinsi (AKAP) justru mencatatkan peningkatan penumpang dalam kurun waktu yang sama. Kenaikannya sendiri berkisar antara 10 hingga 15 persen dibanding bulan sebelumnya.

“AKAP justru meningkat. Ini berkisar 10 hingga 15 persen dibanding bulan sebelumnya,” ujarnya.

Namun jika dibandingkan dengan yoy, mode AKAP masih menunjukkan pertumbuhan negatif. Mengingat belum pulihnya mobilitas masyarakat akibat penyebaran virus Covid-19 yang semakin tidak terkendali.

“Kenaikannya positif hingga 15 persen, tapi masih belum bisa mengangkat pertumbuhan positif dibanding tahun lalu. Kami perkirakan di musim baru 2021 masih minus 40 persen karena semakin merebaknya penyebaran Covid-19, ” dia berkata.

Untuk itu, Organda meminta pemerintah pusat dan daerah lebih serius menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Antara lain dengan meningkatkan pengawasan protokol kesehatan di saat-saat darurat kesehatan akibat penyebaran virus mematikan dari China.

“Intinya bagaimana pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa lebih serius mengatasi Covid-19. Saat ini menurut saya pengawasannya masih kurang untuk protokol kesehatan. Kuncinya ada,” ujarnya.

[bim]

Baca juga:
Arus Balik Diprediksi 3 Januari, KAI Ingatkan Penumpang Memiliki Hasil Tes Covid-19
Hingga 30 Desember 2020, jumlah penumpang KA jarak jauh telah mencapai 33.531 orang
Naik bus dari Terminal Pulo Gebang, sekarang Anda bisa membeli tiket melalui aplikasi jacketbus
Memasuki Liburan Tahun Baru, Calon Penumpang Terus Mengunjungi Terminal Pulo Gebang
Menhub Budi Cek Kesiapan Bus Tiket Elektronik Jakarta di Terminal Pulo Gebang
LRT Sumatera Selatan mengoperasikan 88 perjalanan per hari mulai 31 Desember
Satgas Panggilan Akumulasi 200 WNA di Bandara Soekarno-Hatta Akibat Proses Karantina

.


Source link

Check Also

Lelang 5 surat utang negara, pemerintah mengumpulkan dana Rp 15,5 triliun

Warta.top – Pemerintah Jokowi menyerap kembali dana Rp 15,5 triliun dari lelang lima seri tambahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *