Home / uang / Invasi impor tidak hanya mengakibatkan penutupan perusahaan tekstil Indonesia

Invasi impor tidak hanya mengakibatkan penutupan perusahaan tekstil Indonesia

Warta.top – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa banyak faktor telah membuat perusahaan tekstil Indonesia gulung tikar, termasuk invasi produk impor. Selain itu, faktor upah juga merupakan masalah utama dalam industri ini.

"Yang pertama adalah pekerjaan, upah, upah sudah mulai naik, dan yang kedua adalah penetrasi impor yang tinggi," katanya di kantornya. Jakarta, Rabu (11/12).

Selain itu, COGS (biaya produk manufaktur) di dalam negeri cukup tinggi karena bahan bakunya tetap mahal. "Ini memang cukup mahal karena mesin kami sudah cukup tua dan memerlukan peremajaan," jelasnya.

Namun, BKPM masih menunggu data asosiasi tentang jumlah pabrik yang ditutup hingga saat ini. "Tidak, kami belum memiliki data, kami akan mendapatkan data teknis, saya meminta teman API dan APSyFI (Asosiasi Serat Sintetis dan Filamen Indonesia) untuk melaporkan pada hari Rabu, kami akan menindaklanjuti pada hari Rabu." katanya.

1 dari 1 halaman

Permintaan dari kontraktor

Pada kesempatan yang sama, presiden Asosiasi Produsen Serat dan Benang Indonesia (APSyFI) Ravi Shankar mengatakan bahwa beberapa faktor membuat tekstil Indonesia kurang kompetitif dan kurang kompetitif di pasar mereka sendiri.

"Kami menyebutkan sejumlah masalah yang membuat kami tidak kompetitif, masalah gas, masalah PLN, masalah peraturan pajak, peraturan bea cukai, lingkungan," katanya.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera menyelaraskan kebijakan antar kementerian / lembaga terkait. "Terkadang kepentingan ini memiliki banyak hal untuk disinkronkan, dan kami berharap BKPM dapat menyinkronkan dan menyelaraskan peraturan seperti itu," pungkasnya. (Azz)

Baca juga:
Pemerintah berupaya mencari tahu bagaimana industri tekstil Indonesia tidak dibanjiri produk-produk Cina
Pakaian impor acara itu Masih banyak amatir di ibukota
Jokowi meminta pengusaha untuk membahas upaya untuk meningkatkan nilai dan kuantitas ekspor tekstil
Peraturan baru, Sri Mulyani mengenakan bea impor pada tekstil hingga 67 persen
Mencegah perlambatan pertumbuhan industri IR, pemerintah mendukung sektor tekstil
Istilah Sunset membuat industri tekstil dalam negeri lesu

(tagToTranslate) BKPM (t) Tekstil (t) Ekspor Impor (t) Upah Tenaga Kerja (t) Ekonomi Indonesia (t) Jakarta


Source link

Check Also

Karena Corona, 1.139 Hotel di Indonesia Dekat dengan PHK Karyawan

Warta.top – Sektor pariwisata, terutama industri perhotelan adalah sektor yang paling terkena dampak penyebaran virus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *