Home / uang / Ini adalah Protokol Bersepeda Aman di Era Normal Baru menurut Peraturan Pemerintah

Ini adalah Protokol Bersepeda Aman di Era Normal Baru menurut Peraturan Pemerintah

Warta.top – Tingginya minat masyarakat dalam menggunakan sepeda dalam aktivitasnya menyebabkan pemerintah mengeluarkan peraturan untuk menjaga keselamatan pengendara sepeda di jalan raya. Peraturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pengendara Sepeda di Jalan.

Peraturan tersebut juga mengatur protokol bersepeda selama masa adaptasi untuk kebiasaan baru (normal baru). Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi menjelaskan protokol berkendara pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pertama, basuh diri Anda dengan mandi dan cuci tangan dengan sabun. Kedua, wajib memakai helm, masker, kacamata dan menggunakan hand sanitizer secara teratur.

Ketiga, hindari berbagi barang pribadi dengan orang lain. Misalnya botol minum, sarung tangan dan helm. Gunakan pakaian berlengan panjang agar terhindar dari tetesan air, katanya pada Pekan Sepeda Nasional 2020. Jakarta, Sabtu (17/10).

Keempat, utamakan berkendara mandiri. Namun, jika harus berkelompok, sebaiknya batasi jumlahnya dan jaga jarak. Kelima, patuhi peraturan lalu lintas dan usahakan berada di jalur khusus sepeda.

Jadi patuhi marka jalan yang ada. Rambu lalu lintas kendaraan bermotor juga berlaku untuk pengendara sepeda di jalan raya, pungkasnya.

Aturan Lain Saat Bersepeda

Selanjutnya salah satu aturan dalam bersepeda adalah penggunaan helm bagi pengendara sepeda dengan jenis sepeda tertentu. Budi mengatakan pengendara sepeda kecepatan tinggi harus menggunakan helm sebagai pelindung kepalanya.

Helm sepeda dalam peraturan kami digunakan untuk keperluan olahraga, sepeda gunung, sepeda jalan raya. Ini wajib untuk pengendara sepeda, kata Budi.

Namun, bagi pesepeda lain, aturan ini tidak berlaku. Misalnya orang yang menggunakan sepeda untuk tujuan berjualan atau bersepeda jarak dekat.

Tapi yang lain tidak perlu memakai helm, katanya.

Perpres tersebut juga mengatur tentang persyaratan teknis sepeda umum untuk penggunaan sehari-hari seperti pergi ke sekolah, pasar, perkantoran dan lain-lain. Sepeda harus memiliki bel, spatbor, sistem rem, pedal reflektor (disesuaikan dengan kondisi), lampu, dan perangkat reflektif.

Sedangkan sepeda gunung dan jenis sepeda lainnya diatur dalam peraturan daerah. “Spatbor ini dikecualikan untuk motor balap dan sepeda gunung,” lanjut Budi.

[bim]

Baca juga:
Penjualan Naik 1.000 Persen, Sepeda Menjadi Penggerak Perekonomian Indonesia Saat Pandemi
Menteri Budi Mendorong Pimpinan Daerah Sediakan Fasilitas yang Layak bagi Pengendara Sepeda di Jalan
Kemenhub di Pekan Keselamatan Jalan Nasional: Angka Kecelakaan di RI Masih Tinggi
Menteri Perhubungan Budi Ajak Masyarakat untuk Bersepeda Tingkatkan Kekebalan Tubuh Terhadap Covid-19
Menteri Perhubungan Budi Karya Jajaki Integrasi Moda Transportasi, Naik KRL hingga Bersepeda
Menteri Perhubungan Budi Ingin Masyarakat Bersepeda Tidak Hanya di Akhir Pekan
Pengetatan PSBB di Ibukota, pengguna sepeda kian ramai

.


Source link

Check Also

Kisah seorang pengusaha yang dua kali bangkrut dan kini sukses membangun bisnis game

Warta.top – Ryan Hogan dan Derrick Smith adalah dua orang yang membuktikan bahwa kegagalan dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *