Home / uang / Informasi dan Edukasi Menjadi Solusi Percepatan Pemberian Lisensi Single Submission Online

Informasi dan Edukasi Menjadi Solusi Percepatan Pemberian Lisensi Single Submission Online

Warta.top – Perkembangan teknologi berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam mengembangkan bisnis atau bisnis yang sudah ada. Hal ini terlihat dari laporan yang menunjukkan telah ada hampir 30.000 pendaftaran badan usaha baru, terhitung sejak awal tahun 2020.

CEO Contract Law Rieke Caroline mengatakan, penyedia jasa hukum digital harus mampu memberikan layanan yang dapat diandalkan, termudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Sehingga masyarakat yang melek hukum dapat memberikan dampak yang positif pada berbagai sektor, salah satunya bidang ekonomi.

“Saat ini pemerintah telah membuat metode registrasi satu pintu untuk perizinan usaha dengan Online Single Submission (OSS) melalui Lembaga OSS,” ujarnya pada Jakarta, Senin (12/10).

Namun, informasi dan edukasi yang tidak merata menyebabkan antrian pendaftaran OSS menumpuk di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Padahal, dengan sistem online ini, pendaftaran izin usaha seharusnya bisa lebih cepat dan efisien. Dengan kata lain, antusiasme tersebut masih menemui berbagai kendala, seperti lamanya pengurusan izin usaha.

Riset Bank Dunia tahun 2018 mencatat, waktu yang dibutuhkan untuk memproses izin usaha di Indonesia rata-rata 20 hari, sedangkan di negara lain seperti China hanya 9 hari, Malaysia 13 hari, Thailand 5 hari, dan Singapura 1,5. hari.

Idealnya, tambah Rieke, pelayanan hukum harus mudah dan terjangkau bagi semua orang. Di sinilah seharusnya penyedia jasa hukum berperan untuk mewujudkan hal tersebut. Terutama pelayanan hukum berbasis digital yang perlu diutamakan dan diintensifkan karena penyelesaian masalah hukum dapat ditangani dengan lebih efisien.

Permudah E-Coommerce

Kondisi ini bisa terjadi seketika karena Indonesia telah memasuki era digital yang memudahkan akses terhadap berbagai informasi. Orang-orang juga lebih mudah memulai bisnis karena e-commerce.

Perlu dicatat, jumlah pelanggan e-commerce mengalami peningkatan sebesar 38,3 persen selama periode pandemi yang dimulai Januari hingga Juli 2020. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk membangun bisnis di Indonesia.

“Informasi dan edukasi hukum harus dapat diakses dengan mudah oleh semua orang sebagai bekal dalam berbisnis dan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang ada, serta menyadarkan masyarakat bahwa legalitas merupakan aspek dasar yang harus dipenuhi dalam memulai bisnis baru,” kata Rieke.

Selain itu, penyedia jasa hukum juga diharapkan tidak hanya memberikan, tetapi harus mengedukasi masyarakat tentang jasa hukum yang sesuai dan tepat melalui berbagai kegiatan, misalnya dari informasi informasi produk yang mudah dipahami hingga penyelenggaraan webinar tentang informasi hukum agar publik legal. kesadaran meningkat.

“Sehingga tidak ada lagi pelaku usaha yang minim akses informasi hukum, abai terhadap pajak, tidak memiliki izin usaha, dan tidak memiliki hak merek sehingga dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi usahanya. Membuat pelaku usaha dan masyarakat skeptis. dan enggan berurusan dengan hukum, “pungkas CEO Contracts of Law itu.

[idr]

.


Source link

Check Also

Capai Target, Pemerintah Catat 10 Juta UMKM Go Digital

Warta.top – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyebutkan sudah 16 persen pelaku usaha UMKM …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *