Home / uang / INACA Sambut Adanya UU Cipta Kerja, Kurangi Birokrasi di Industri Penerbangan

INACA Sambut Adanya UU Cipta Kerja, Kurangi Birokrasi di Industri Penerbangan

Warta.top – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menyambut baik disahkannya Omnibus Law on the Job Creation Act, khususnya untuk industri penerbangan. Omnibus Law dinilai dapat membantu menghidupkan kembali industri penerbangan karena memuat ketentuan birokrasi yang lebih sederhana.

“Saya melihat dalam Omnibus Law ini banyak aturan teknis yang diubah dan dimasukkan ke dalam peraturan menteri,” kata Ketua INACA Denon Prawiraatmadja dalam siaran virtual, Kamis (15/10).

Sebelumnya, lanjut Denon, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan memuat banyak regulasi teknis. Misalnya, kewajiban pesawat terbang untuk memperoleh sertifikasi kelayakan dari negara produsen dan sertifikat operator pesawat (Sertifikat Operator Udara/ AOC).

Dalam Omnibus Law, lanjutnya, banyak hal teknis yang disederhanakan sehingga diharapkan nantinya regulasi ini dapat meningkatkan kompetensi, kemudian berperan sebagai Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) yang memberikan pelayanan transportasi udara kepada masyarakat dengan baik guna mendukung perekonomian nasional Indonesia.

“Kita semua di industri penerbangan berharap aturan yang tertulis di omnibus bisa memberikan nafas segar bagi pelaku industri, menjadi penyederhanaan adaptif,” ujarnya.

Pandemi ini memberikan pukulan telak bagi industri penerbangan

Dampak pandemi Covid-19 yang melanda hampir semua lini bisnis belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam industri penerbangan yang mengandalkan pergerakan orang, dampak ini semakin parah dan sulit.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, pada 2019 industri penerbangan mengalami kejayaan meski kinerjanya turun 20 persen dari tahun sebelumnya.

“Tapi ketika banyak aktivitas transportasi udara tumbuh dan berkembang, siapa sangka Covid-19 akan merebak,” kata Denon dalam siaran virtual, Kamis (15/10).

Denon melanjutkan, maskapai penerbangan Indonesia memiliki pasar rute domestik sebesar 80 persen. Namun, karena Covid-19, angkanya turun 5 persen (per Mei 2020).

Oleh karena itu, pihaknya bersama pemangku kepentingan industri penerbangan lainnya harus terus mendukung kegiatan penerbangan dalam menumbuhkan kegiatan perekonomian nasional.

Apalagi Indonesia adalah negara kepulauan. Tidak mudah bagi kita melakukan aktivitas transportasi tanpa koordinasi yang baik, ”kata Denon.

Sejak April dan pertengahan Mei, INACA bersama Kementerian Perhubungan telah memetakan tantangan yang dihadapi industri penerbangan yang ternyata menjadi kendala birokrasi yang pelik. Untuk itu, langkah pemerintah dalam mengesahkan Omnibus Law industri penerbangan bisa diapresiasi.

“Kita semua di industri penerbangan berharap aturan yang tertulis di Omnibus Law bisa memberikan nafas segar bagi pelaku industri dan menjadi penyederhanaan adaptif,” kata Denon.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Cakupan6

[bim]

Baca juga:
Unjuk rasa menentang UU Cipta Karya yang dijamin oleh UUD 1945, sepanjang tidak mengganggu ketertiban masyarakat
Ahli Hukum Nilai Rancangan RUU Cipta Kerja Tidak Cukup dalam 9 Bulan
Penjelasan Polda Metro terkait Mahasiswa Ikut Demonstrasi Tolak UU Ciptaker akan direkam di SKCK
Polda Metro Membebaskan 11 Orang Terkait Viral Ambulans yang Lolos dari Kejaran Polisi
Besok, 6.000 Mahasiswa Kembali Menolak UU Penciptaan Kerja
Polisi Jelaskan Peran 8 Anggota KAMI dalam Kasus Demo Omnibus Law
Menteri Ketenagakerjaan Ida Menegaskan Aturan Sanksi dalam UU Cipta Kerja

.


Source link

Check Also

Menteri Perindustrian Agus mengatakan sudah ada 2 Kawasan Industri Halal di Indonesia

Warta.top – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, saat ini terdapat dua kawasan industri halal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *