Home / uang / Hingga 17 November, BI menambah likuiditas perbankan menjadi Rp 680,89 triliun

Hingga 17 November, BI menambah likuiditas perbankan menjadi Rp 680,89 triliun

Warta.top – Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan likuiditas di sektor perbankan sebesar Rp680,89 triliun hingga 17 November 2020 untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Penambahan dana tersebut berasal dari penurunan GWM (GWM) sebesar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sebesar Rp510,09 triliun.

“Stand kebijakan moneter longgar, tidak hanya pada suku bunga yang kita turunkan menjadi 3,75 persen tapi juga melonggarkan likuiditas,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur BI November 2020 di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (19/11).

Perry mengatakan kondisi likuiditas yang longgar menyebabkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (LA / DPK) tinggi, yaitu 30,65 persen pada Oktober 2020 dan rendahnya rata-rata suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) Overnight sekitar 3,29 persen. pada Oktober 2020).

Meski kondisi likuiditas perbankan melimpah, Perry mengakui fungsi intermediasi sektor keuangan masih lemah akibat lemahnya permintaan domestik dan perbankan yang menerapkan kehati-hatian akibat pandemi Covid-19.

Lemahnya fungsi intermediasi tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit pada triwulan III tahun 2020 yang tercatat sebesar 0,12 persen secara tahunan (yoy), sedangkan sebaliknya dengan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan mencapai 12,88 persen secara tahunan. .

Kontraksi Kredit

Menurut dia, perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan kredit mengalami kontraksi 0,47 persen secara tahunan pada Oktober 2020, sedangkan deposito tumbuh 12,12 persen (yoy).

Meski demikian, dia yakin intermediasi perbankan diharapkan mulai membaik di masa mendatang sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi nasional, salah satunya dengan membaiknya indikator kinerja korporasi.

Perbaikan kinerja korporasi yang ditunjukkan oleh peningkatan indikator penjualan dan kemampuan membayar sebagian besar pelaku usaha pada triwulan III-2020 diperkirakan akan terus berlanjut, didorong oleh perbaikan perekonomian domestik dan global.

“BI akan melanjutkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif, dengan terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas keuangan lainnya, untuk mendorong pemulihan kinerja intermediasi perbankan,” ujarnya. [azz]

Baca juga:
BI Minta Perbankan Segera Turunkan Suku Bunga Kredit
Bank Indonesia Beli SBN Pemerintah Capai Rp 342 Triliun
Kemenangan Joe Biden menjadi salah satu pertimbangan BI untuk menurunkan suku bunga acuan
Alasan Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Menjadi 3,75 Persen
Bank Indonesia Menurunkan Suku Bunga Referensi menjadi 3,75 Persen
Rupiah Melemah Menjadi Rp14.151 per USD Jelang Pengumuman Hasil Rapat BI

.


Source link

Check Also

Menaker Ida Nilai UU Cipta Kerja Membantu Indonesia Memanfaatkan Bonus Demografi

Warta.top – Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada periode 2020-2030. Dalam kurun waktu tersebut, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *