Home / uang / Gojek Prediksi Bisnis Transportasi Online Masih Akan Macet Hingga Akhir 2021

Gojek Prediksi Bisnis Transportasi Online Masih Akan Macet Hingga Akhir 2021

Warta.top – CEO Gojek Kevin Aluwi mengakui, jasa transportasi yang menjadi andalan perseroan mengalami penurunan hingga lebih dari 50 persen. Penurunan ini terjadi sejak beberapa bulan pertama virus corona mulai menyebar di Indonesia.

“Kami lihat ada penurunan yang cukup besar, bisa dibilang di atas 50 persen,” kata Kevin di Kompas 100 Webinar FORUM CEO: Digitalization; Mengikuti Era Baru Konsumen, Jakarta, Kamis (14/1).

Seperti diketahui, di awal pandemi, pengemudi ojek online kehilangan banyak penumpang. Hal ini disebabkan adanya kebijakan pembatasan sosial di masing-masing daerah, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Kevin mengatakan bisnis layanan penumpang lesu selama pandemi Covid-19. “Dalam 3-6 bulan pertama (penurunannya) parah,” ujarnya.

Baru dalam 3 bulan terakhir tahun 2020, bisnis jasa transportasi online ini sudah menunjukkan masa pemulihan. Namun, proses pemulihannya baru mencapai 70 persen dari sebelum era pandemi.

“Sekarang sudah terjadi pemulihan, tapi masih di puncak 70 persen,” kata Kevin.

Meski sudah ada tanda-tanda pemulihan, namun proyeksi internal perseroan menunjukkan bisnis jasa transportasi masih akan tetap sama seperti pada 2020. Sektor ini akan mengalami banyak tantangan.

“Kami melihat industri transportasi akan terus sulit dan banyak tantangannya,” ujarnya.

Apalagi, pendistribusian vaksin baru dilakukan beberapa waktu lalu. Optimisme yang terbangun juga menyisakan tanda tanya. Banyak diskusi yang mengatakan bahwa pandemi akan berakhir segera setelah vaksin ditemukan dan didistribusikan. Namun, masih belum bisa dipastikan.

“Pandemi akan berakhir, tapi masih belum jelas kapan dan kapan ini masalahnya, yang membuat kami memiliki proyeksi konservatif,” ujarnya.

Perseroan menilai bisnis di sektor ini akan tetap sama dengan tahun sebelumnya. Maka Gojek memilih untuk melakukan pengembangan bisnis di sektor lain yang lebih menjanjikan.

“Kami tidak menyangka ini akan kembali normal, masih di sana-sini, mungkin sampai akhir tahun,” pungkasnya.

Gojek Caplok 22 Persen Saham Bank Jago

Gojek berinvestasi di PT Bank Jago Tbk. Bank Jago Tbk adalah bank berbasis teknologi di Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang dan kemitraan strategis untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Tujuan utama kerjasama strategis ini adalah untuk menyediakan layanan perbankan digital melalui platform Gojek, sehingga jutaan pelanggan Gojek dapat membuka rekening Bank Jago dan mengelola keuangan dengan lebih mudah melalui aplikasi Gojek. Kolaborasi ini juga membuka potensi kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan dan perbankan lainnya untuk mendukung mereka menjangkau lebih banyak konsumen.

Investasi yang dilakukan melalui bisnis jasa keuangan dan pembayaran digital ini menjadikan Gojek sebagai pemegang 22 persen saham Bank Jago. Pelaksanaan transaksi ini tidak mengubah penguasaan saham di Bank Jago. PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology (WTT) tetap sebagai pemegang saham pengendali dengan total kepemilikan saham 51 persen.

Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek, mengatakan investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depan.

“Bank berbasis teknologi seperti Bank Jago akan memperkuat ekosistem Gojek sekaligus membuka akses layanan digital banking yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia,” ucapnya. Andre dalam pernyataan pers baru-baru ini. ini.

Andre melanjutkan, kolaborasi ini akan menjadi awal dari cara baru dalam menawarkan layanan keuangan kepada pengguna Gojek. Kharim Siregar, Presiden Direktur Bank Jago, mengatakan kerjasama strategis antara bank berbasis teknologi seperti Jago dan super apps seperti Gojek merupakan yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Kolaborasi yang mendalam ini akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan dapat terus menjadikan Indonesia tuan rumah di negaranya sendiri. Sebagai bank berbasis teknologi yang didesain khusus dengan sistem open API, kami juga akan bekerja sama dengan pihak lain. pelaku ekosistem digital untuk memperluas akses keuangan sekaligus mewujudkan aspirasi kita yaitu meningkatkan peluang tumbuhnya jutaan orang melalui solusi keuangan digital yang fokus pada kehidupan, ”jelasnya.

[bim]

Baca juga:
Merger, Tokopedia dan Gojek Kompak Silence dikabarkan
Gojek Masuk Bank Jago Disebut Untuk Mendorong Inklusi Keuangan
Gojek Caplok 22 Persen Saham Bank Jago
Kolaborasi Gojek dan Telkomsel Geber Dukung Transformasi Digital UMKM
Dukung Transaksi Non Tunai, Gojek Gandeng BCA Luncurkan GoBiz Plus
GoPay Menerima Sertifikasi ISO 27001 untuk Keamanan Informasi
Bongkar Untung dan Rugi Jika Gojek Merger dengan Grab

.


Source link

Check Also

Menteri Koperasi Tetapkan 6 Strategi Pembentukan Koperasi dan UKM Tahun 2021, Berikut Detailnya

Warta.top – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM telah menetapkan enam strategi yang akan dilaksanakan tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *