Home / uang / Fluktuasi nilai IHSG di tengah pandemi, hal yang lumrah

Fluktuasi nilai IHSG di tengah pandemi, hal yang lumrah

Warta.top – Anggota Komisi IX DPR Kamrussamad mengatakan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pandemi Covid adalah hal biasa, tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Hal tersebut mengkritisi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengatakan ketidakpastian IHSG dipengaruhi oleh berlakunya kembali PSBB Jakarta. Jakarta.

“Pemerintah sendiri mengatakan kita berada dalam situasi yang luar biasa. Artinya sewaktu-waktu bisa terjadi gejolak perekonomian nasional, terutama di pasar modal seperti IHSG,” ujarnya. ujarnya di Jakarta, Kamis (10/9).

Dia juga mengkritik keengganan pemerintah untuk mengunci sejak dini guna mencegah penyebaran virus corona. Akibatnya, Indonesia kini terdampar puluhan negara.

“Takut pada PSBB, akhirnya virus akan membuat peternakan sendiri di penularannya masing-masing masyarakat,” ujar politisi tersebut. Gerindra ini.

Dia menambahkan, keputusan Gubernur DKI Jakarta yang memberlakukan PSBB ketat mulai 14 September merupakan langkah tepat. Sebab, dari 34 provinsi, hanya DKI yang memenuhi standar jumlah sampel penduduk yang ditetapkan WHO yaitu 1 dari 1000.

“Hasilnya semua rumah sakit penuh dengan pasien Covid. Bagaimana dengan provinsi lain?” dia berkata.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk saat perdagangan dibuka pada Kamis pekan ini. IHSG turun ke level psikologis 4.000. Pada awal perdagangan Kamis (10/9), IHSG anjlok 154,7 poin atau 2,99% ke posisi 4.988,33. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 5% menjadi 863,12.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ketidakpastian indeks tersebut dipengaruhi oleh pengisian PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Berdasarkan indeks, sampai kemarin karena hari ini masih ada ketidakpastian akibat pengumuman Gubernur DKI Jakarta tadi malam. Jadi tadi pagi indeks sudah masuk. di bawah 5.000, “kata Airlangga pada rapat nasional Kadin Indonesia, Kamis (9/10).

Untuk itu, pemerintah dituntut untuk menjaga kepercayaan investor dengan diberlakukannya kembali PSBB Jakarta. “Kita juga harus melihat bukaan gas dan remnya, kalau gas atau rem tajam tentu kita harus menjaga kepercayaan masyarakat. Karena ekonomi ini tidak semuanya faktor fundamental, tapi juga faktor sentimen. Terutama di sektor pasar keuangan “. dia menambahkan. [azz]

.


Source link

Check Also

Kemudi Kemudi dan Jual Masker, Pengusaha Socks Hasilkan Rp50 Juta Per Bulan

Warta.top – Pelaku usaha terus memutar otak agar bisa mempertahankan usahanya di tengah pandemi Covid-19. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *