Home / uang / Efektif 1 April, Ini 4 Insentif Pajak Untuk Bisnis Yang Terkena Virus Corona

Efektif 1 April, Ini 4 Insentif Pajak Untuk Bisnis Yang Terkena Virus Corona

Warta.top – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan empat insentif terkait pajak sebagai langkah untuk membantu Wajib Pajak (WP) yang terkena dampak Virus Corona atau Covid-19. Keempat insentif tersebut terkait dengan Pasal 21 Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Penghasilan Pasal 22, Pajak Penghasilan Pasal 25 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Ketentuan insentif ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 23 tahun 2020, yang berlaku mulai 1 April 2020.

Pertama, insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 akan diberikan kepada pengusaha dari 440 klasifikasi bidang usaha yang tercantum dalam lampiran (terlampir), dan merupakan perusahaan Fasilitas Tujuan Ekspor Impor (KITE).

Melalui insentif ini, pemerintah akan menanggung pajak penghasilan Pasal 21 dari karyawan dengan pendapatan kotor reguler dan reguler, yang jumlahnya tidak lebih dari Rp 200 juta dalam setahun.

“Untuk mendapatkan insentif ini, pengusaha dapat mengirimkan pemberitahuan untuk penggunaan insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 kepada Kepala KPP yang terdaftar. Insentif pemerintah ini akan diberikan mulai dari Periode Pajak April 2020 hingga September 2020,” kata Kepala Kementerian Komunikasi dan Layanan Informasi, Rahayu Puspasari, Kamis (26/3).

Kedua, insentif Pajak Penghasilan Pasal 22, yang dipungut oleh Bank Devisa atau Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ketika Wajib Pajak mengimpor barang.

WP yang dapat dibebaskan dari retribusi ini adalah bisnis sesuai dengan kode klasifikasi (terlampir) dan telah ditetapkan sebagai Perusahaan KITE.

“Permohonan Sertifikat Penagihan Pajak Penghasilan Gratis Pasal 22 harus diajukan oleh WP secara tertulis kepada Kepala Kantor Pajak tempat Wajib Pajak Pusat terdaftar. Periode pembebasan dari pengumpulan pajak penghasilan berlaku sejak tanggal Sertifikat Gratis dikeluarkan hingga 30 September 2020, “katanya.

1 dari 1 halaman

Insentif lebih lanjut

Ketiga, pemerintah memberikan insentif untuk mengurangi angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 sebesar 30 persen dari angsuran yang harus dibayar. Pengurangan jumlah angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 dilakukan dengan memberikan pemberitahuan pengurangan angsuran secara tertulis kepada Kepala Kantor Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.

“Jika WP memenuhi kriteria insentif, maka pengurangan jumlah angsuran akan berlaku hingga Periode Pajak September 2020,” kata Puspa.

Terakhir, insentif PPN untuk WP yang memiliki klasifikasi bidang usaha (terlampir) dan telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE. Selain itu, Pengusaha Kena Pajak (PKP) ini adalah seorang wajib pajak yang PPN membayar lebih dari Rp5 miliar sebagai ganti rugi.

“Dengan kondisi ini, WP dapat diberikan pengembalian pajak awal sebagai kelebihan pembayaran sebagai risiko rendah PKP,” jelasnya.

Jika PFM memenuhi persyaratan, kata Puspa, maka Surat Pemberitahuan Periode PPN yang diberikan pengembalian awal berlaku untuk Periode Pajak dari PMK 23 hingga diundangkan hingga Periode Pajak September 2020 dan diajukan selambat-lambatnya 31 Oktober 2020. [idr]

Baca juga:
APJII Minta Bantuan Pajak Sektor Telekomunikasi
Ada Virus Corona, Jokowi Minta APBN Mengubah Fokus ke Kesehatan menjadi Insentif UKM
Penjelasan terperinci tentang Penangkal Stimulus Volume II untuk Dampak Virus Corona, Menelan Rp. 22,9 T
Nilai FSA Virus Corona Stimulus Fiskal Berdampak Positif pada CSPI
Volume II Stimulus Penangkal Dampak Virus Corona Dinilai Tidak Sesuai

.


Source link

Check Also

Karena Corona, 1.139 Hotel di Indonesia Dekat dengan PHK Karyawan

Warta.top – Sektor pariwisata, terutama industri perhotelan adalah sektor yang paling terkena dampak penyebaran virus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *