Home / uang / Dampak PPKM tidak terasa pada moda transportasi dalam kota

Dampak PPKM tidak terasa pada moda transportasi dalam kota

Warta.top – Pemerintah telah menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali sejak 11 Januari 2021 kemarin. Kebijakan yang berlaku hingga 25 Januari 2021 tersebut telah mengurangi mobilitas pergerakan manusia.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, penggunaan angkutan KA jarak jauh sudah sepi penumpang.

“Saya naik kereta tadi malam dari Semarang ke Jakartaya, sepi, “kata Djoko kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (12/1).

Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengurangi pergerakan perjalanan. Hanya saja hal yang sama tidak terlalu menjadi masalah untuk perjalanan jarak dekat.

Djoko menilai pergerakan masyarakat di kota-kota besar masih tinggi. Padahal ini hanya terjadi pada jam dan titik tertentu.

“Tapi kalau kota masih ramai mobilitasnya masih tinggi, hanya pada jam-jam tertentu saja yang tidak bisa lewat ini (jalur),” ujarnya.

“Di jalan tol masih normal. Di Jakarta kita belum pernah melihatnya, tapi (diamati) agak sepi,” ujarnya.

Selain itu, perjalanan dengan kereta api dalam kota tetap ramai. Ia memperkirakan tingginya jumlah pengguna KA jarak pendek karena masih ada pekerja yang harus tetap bekerja.

“Ya, mungkin hanya untuk orang yang bekerja,” pungkasnya.

Kebijakan PPKM berpotensi mengontrak kembali pertumbuhan ekonomi di awal 2021

Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diprakirakan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2021. Perlambatan ekonomi akibat PPKM pada 11-25 Januari 2021 dapat mempengaruhi prospek perekonomian nasional pada Februari.

“Ini bisa mempengaruhi prospek ekonomi nasional, yang menurutnya diperkirakan tumbuh 4 persen hingga 5,5 persen,” kata Analis Ibrahim Assuaibi saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (12/1).

Apalagi jika kebijakan PPKM diperpanjang atau melebihi 25 Januari 2021. Jika hal tersebut terjadi, maka dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I akan tumbuh negatif.

Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2021 bisa menyusut hingga 1 persen. “Pada triwulan IV-2020 diperkirakan kontraksi sebesar 2 persen, jika PPKM diberlakukan kembali pada bulan ke-1 dan ke-2 tahun ini akan berdampak pada triwulan pertama, kata Ibrahim.

Berbagai lembaga internasional sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif pada 2021. Salah satunya Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,4 persen. Lalu ada ADB yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3 persen.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan yakin pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini bisa mencapai 5 persen. Namun dengan adanya kebijakan PPKM, Ibrahim memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Februari 2021 akan terkoreksi.

“Ini akan direvisi pada Februari, sangat mungkin direvisi,” ucapnya.

[bim]

Baca juga:
Peran Tokoh Agama Penting Untuk Sukseskan PPKM dan Penurunan Angka Covid-19
Pelaksanaan PPKM Jawa Bali memperburuk kondisi bisnis restoran dan kafe
Pengusaha Mall Merugi Lebih Dari PPKM Jawa-Bali
Pemerintah Daerah DIY Merevisi Aturan WFH di PTKM: Pembatasan Kantor Hingga 25 Persen WFO
Kebijakan PPKM berpotensi mengontrak kembali pertumbuhan ekonomi di awal 2021
Mal dan Restoran Diprediksi Turun 60 Persen Penghasilan Akibat PPKM Jawa-Bali
Menaker Ida Perketat Pengawasan Batasan Aktivitas di Tempat Kerja

.


Source link

Check Also

Terima Alokasi FLPP Rp 8,73 Triliun, BTN Salurkan Pembiayaan ke 81.000 Rumah Bersubsidi

Warta.top – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menerima dana dari Fasilitas Likuiditas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *