Home / uang / Daftar Lengkap UMK Jawa Barat 2021 Tertinggi di Karawang

Daftar Lengkap UMK Jawa Barat 2021 Tertinggi di Karawang

Warta.top – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 561 / Kep.774-Yanbangsos / 2020 tentang Upah Minimum Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2021 dan Kabupaten Karawang merupakan yang tertinggi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan, SK Gubernur telah ditandatangani Gubernur Ridwan Kamil pada Sabtu (21/11) dan berlaku efektif 1 Januari 2021.

Tahun ini, Kabupaten Karawang masih memiliki upah tertinggi di Jawa Barat sekaligus secara nasional dengan angka Rp 4.798.312,00 (Rp 4.594.324,54 tahun 2020), sedangkan Kota Banjar masih di angka terendah Rp 1.831.884,83 (sama dengan UMK 2020) .

Terkait pandemi Covid-19 global, Sekretaris Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan, 10 kabupaten / kota di Jabar tidak menambah UMK sesuai Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor / 11 / HK.04 / X / 2020 tentang Penetapan Upah Minimum Nasional. 2021 selama Covid Pandemi -19.

“Selebihnya ada 17 kabupaten / kota yang memang mengalami kenaikan (UMK) dan itu juga berdasarkan inflasi dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) baik nasional, provinsi maupun kabupaten / kota,” kata Setiawan, Minggu.

Setiawan menambahkan, penetapan UMK Jabar pada 2021 memperhatikan empat hal. Pertama, Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja (SE) Nomor / 11 / HK.04 / X / 2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Saat Pandemi Covid-19.

Kedua, rekomendasi Bupati / Walikota di Jabar terkait penetapan UMK di Jabar tahun 2021. “Kami (Pemda Jabar) sangat mengapresiasi apa yang sedang diusulkan, terutama rekomendasi 27 kabupaten / kota mengenai besaran besaran dana tersebut. upah minimum tahun 2021, “ujarnya.

Ketiga, Berita Acara Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat tentang Rekomendasi Penetapan UMK di Jawa Barat Tahun 2021. Keempat, Surat Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat Nomor 561/56 / XI / Depeprov tanggal 20 November 2020 .

“(Surat) itu tentang saran dan pertimbangan penetapan UMR tahun 2021,” kata Setiawan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melihat dan mengkaji alasan kabupaten / kota yang mengajukan rekomendasinya. Pemprov Jabar pun mengapresiasi dan menghormati alasan 17 daerah meningkatkan UMK. “Ada 17 yang mengalami kenaikan (UMK 2021), termasuk Bodebek. Prinsipnya kenaikan itu lebih karena pertimbangan tingkat inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi,” kata Setiawan.

“Sekali lagi kami lihat masih terlihat normal dan disesuaikan dengan perkembangan di daerah,” ujarnya.

Setiawan pun berharap Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang UMK Jabar tahun 2021 yang telah dipertimbangkan secara matang dapat diterima oleh semua pihak terkait. “Saya mengapresiasi pemerintah kabupaten / kota serta serikat pekerja dan pengusaha, semoga bisa diterima dengan baik,” ucapnya.

Adapun 10 daerah yang tidak menambah UMK pada tahun 2021, jelas Setiawan, diberi kesempatan untuk mengevaluasi kondisi inflasi dan LPE pada semester I (enam bulan) alias triwulan I 2021 dan triwulan II 2021. .

“Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan saat ini UMK tidak bertambah dan seiring dengan pemulihan ekonomi kita, (nanti) akan ada perbaikan,” kata Setiawan.

Secara rinci, 17 daerah di Jawa Barat yang mengalami peningkatan UMK pada tahun 2021 adalah Karawang, Bekasi, Bogor, Purwakarta, Bandung Barat, Sumedang, Bandung, Sukabumi, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, serta Kota Bekasi. , Depok, Bandung, Cimahi dan Cirebon.

Sepuluh daerah yang tidak menambah UMK pada tahun 2021 adalah Kabupaten Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Kuningan, Ciamis dan Pangandaran, serta Kota Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Banjar.

Daftar Lengkap

Daftar lengkap UMK 2021 di seluruh kabupaten / kota di Jawa Barat (tertinggi-terendah):

1. Kabupaten Karawang Rp 4.798.312,00 (naik)

2. Kota Bekasi Rp4.782.935,64 (meningkat)

3. Kabupaten Bekasi Rp 4.791.843,90 (naik)

4. Kota Depok Rp4.339.514,73 (naik)

5. Kota Bogor Rp4.169.806,58 (tetap)

6. Kabupaten Bogor Rp 4.217.206,00 (naik)

7. Kabupaten Purwakarta Rp4.173.568,61 (naik)

8. Kota Bandung Rp3.742.276,48 (naik)

9. Kabupaten Bandung Barat Rp3.248.283,28 (naik)

10. Kabupaten Sumedang Rp3.241.929,67 (naik)

11. Kabupaten Bandung Rp3.241.929,67 (naik)

12. Kota Cimahi Rp3.241.929,00 (naik)

13. Kabupaten Sukabumi Rp3.125.444,72 (naik)

14. Kabupaten Subang Rp3.064.218,08 (kenaikan)

15. Kabupaten Cianjur Rp. 2.534.798,99 (tetap)

16. Kota Sukabumi Rp. 2.530.182,63 (tetap)

17. Kabupaten Indramayu Rp2.373.073,46 (naik)

18. Kota Tasikmalaya Rp2.264.093,28 (tetap)

19. Kabupaten Tasikmalaya Rp2.251.787,92 (tetap)

20. Kota Cirebon Rp2.271.201,73 (kenaikan)

21. Kabupaten Cirebon Rp2.269.556,75 (naik)

22. Kabupaten Garut Rp1.961.085,70 (tetap)

23. Kabupaten Majalengka Rp. 2.009.000.00 (meningkat)

24. Kabupaten Kuningan Rp1.882.642,36 (tetap)

25. Kabupaten Ciamis Rp1.880.654,54 (tetap)

26. Kabupaten Pangandaran Rp 1.860.591,33 (tetap)

27. Kota Banjar Rp1.831.884,83 (tetap).

[idr]

.


Source link

Check Also

Menteri Perhubungan Budi: Manggarai akan menjadi Stasiun Kereta Api Pusat di Jabodetabek

Warta.top – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Stasiun LRT Dukuh Atas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *