Home / uang / Bukan IPK tinggi, ini kunci sukses ala Menteri Sri Mulyani untuk Generasi Milenial

Bukan IPK tinggi, ini kunci sukses ala Menteri Sri Mulyani untuk Generasi Milenial

Warta.top – Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri wisuda akbar Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) secara virtual. Dalam pidatonya ia menegaskan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi tidak dapat menjamin kesuksesan seseorang.

Menurutnya, untuk bisa sukses seseorang harus memiliki soft skill. Pasalnya, soft skill sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. “Karena yang akan membuat (seseorang) sukses bukanlah IPK. Jadi bukan IPK tertinggi yang penting, tapi yang terpenting adalah soft skill untuk menghadapi dunia kerja,” ujar Menkeu. Sri Mulyani pada Rabu (14/10).

Menteri Sri Mulyani mengatakan banyak lulusan yang lulus dengan IPK tinggi, tetapi tidak menjadi orang sukses. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan belum adanya soft skill. Ia mengatakan, setiap orang perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan dengan komitmen. Bahkan dalam situasi yang tidak menyenangkan.

“Banyak orang yang memiliki IPK tinggi, tetapi tidak berhasil. Itu karena mereka tidak memiliki soft skill terbaik,” ujarnya.

“Dulu ada lulusan STAN terbaik, tapi tidak berhasil. Terpeleset karena terjebak menjadi lulusan terbaik, tidak mengasah keterampilan dan menimba ilmu,” imbuhnya.

Minta Gerai PKN STAN Selalu Mawas Diri

Oleh karena itu, ia meminta agar lulusan PKN STAN selalu mawas diri, meski memang lulusan terbaik. Ia meminta agar lulusannya selalu bersyukur. Pasalnya, hanya sembilan persen penduduk Indonesia yang bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Pesan saya, jangan berpuas diri padahal lulusan terbaik. Jangan sombong ya harus bersyukur karena 9 persen elite. Hanya 9 persen masyarakat Indonesia yang bisa melanjutkan (pendidikan) ke jenjang yang lebih tinggi. pendidikan, “kata Menteri. Sri Mulyani.

Selain itu, ia juga berharap para lulusan dapat memanfaatkan ilmu yang telah dipelajarinya untuk mengubah dunia, khususnya menjadikan Indonesia negara yang maju, adil, makmur, dan bermartabat. Menurutnya, para lulusan harus sadar bahwa studinya dibiayai oleh negara.

Karena beruntung belajar, dituntut untuk membangun dan memajukan bangsa ini. Apalagi menggunakan uang negara, ”ujarnya.

“Itu uang negara dari pajak, bukan pajak, bea cukai, non bea cukai, dan utang. Ini seperti menikmati uang negara,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lulusan menjadi calon pemimpin yang mampu melindungi bangsa Indonesia. Ia berharap lulusannya sadar bahwa Indonesia sangat membutuhkan pemikiran, dedikasi dan keterampilan anak bangsa agar Indonesia bisa menjadi negara yang maju.

“Kita harus fokus bagaimana melindungi dan produktif masyarakat. Jika bepergian keliling dunia, Anda bisa melihat bahwa Indonesia masih membutuhkan kita untuk membangun,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada hari ini PKN STAN meluluskan 3.231 mahasiswa. 70 persen dari 3.231 wisudawan lulus dengan predikat ‘Dengan Pujian’.

[bim]

Baca juga:
Kisah Sanawi, Belum Tamat SD Sekarang Punya 700 Karyawan dan Penghasilan Rp 1,5 Miliar
Gairah Adalah Gairah Besar Untuk Mencapai Tujuan, Ketahui Cara Mengembangkannya
Tips Menemukan Minat yang Dapat Diubah Menjadi Karir yang Sukses
Berawal sebagai petugas kebersihan, pria Gunungkidul ini kini menjadi miliarder
Ditantang Dosen, Pria asal Bandung Ini Kelola Paprika Capai Omset Ratusan Juta
Rahasia UKM Sepatu Berusia 128 Tahun Menolak Gulung Corona Impact Mat
Terapkan Prinsip 3I untuk Berhasil Mengelola Uang Bulanan

.


Source link

Check Also

Menteri Perindustrian Agus mengatakan sudah ada 2 Kawasan Industri Halal di Indonesia

Warta.top – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, saat ini terdapat dua kawasan industri halal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *