Home / uang / Bisa Bersaing Harga dengan China, INKA Memenangkan Sejumlah Lelang Proyek Kereta Dunia

Bisa Bersaing Harga dengan China, INKA Memenangkan Sejumlah Lelang Proyek Kereta Dunia

Warta.top – Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro mengungkapkan saat ini perseroan sedang mengerjakan proyek internasional. Proyek tersebut diperoleh dengan lelang terbuka.

Langkah ini, menurut Budi, memiliki risiko dalam persaingan harga, apalagi dengan negara yang menjual produk rakitan dengan harga murah seperti China. Meski begitu, Budi mengatakan harga kereta rakitan INKA masih lebih murah dibanding produksi China.

“Ada resiko dalam lelang terbuka, apalagi jika kita bersaing dengan perusahaan China. Kita semua tahu kalau harga China rendah, INKA masih murah, jadi menang,” kata Budi di acara BUMN Coffee Coffee, Rabu ( 18/11).

Menurutnya, INKA telah memenangkan beberapa lelang, seperti di Bangladesh. Dimana dengan menyelesaikan kontrak terakhir 250 kereta pada bulan Oktober.

Pihaknya juga sedang menuntaskan pesanan dari Filipina, yakni 6 kereta diesel multi unit (DMU), 3 lokomotif, dan 15 kereta penumpang dari INKA.

“Covid dan Manila lagi-lagi dikurung sehingga sulit bagi kami untuk bisa mengirimkannya. Mudah-mudahan bulan depan bisa kami kirim karena tim Filipina sudah datang ke INKA untuk melakukan tes,” kata Budi.

Perluasan Bisnis, PT INKA Akan Bangun Pabrik Kereta Api di Benua Afrika

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA sedang menjajaki peluang untuk membangun pabrik kereta api di benua Afrika. Hal itu dilakukan untuk mendukung proyek transportasi kereta api dalam negeri yang akan dilakukan dalam 30 tahun ke depan.

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan, pihaknya tengah fokus melakukan penetrasi pasar Afrika.

“Jadi sekarang kita sudah masuk Afrika, sudah ada 3 negara yang sudah berurusan dengan INKA,” jelas Budi dalam acara virtual coffee ceremony BUMN, Rabu (18/11).

Nantinya, INKA akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Amerika. Sedikitnya, ada 1 atau 2 pabrik yang akan dibangun.

Budi juga memaparkan peluang pembangunan rel kereta api di benua Afrika yang tercantum dalam peta proyek African Belt Economic Development (ABED) yang menghubungkan negara-negara jaringan yang memiliki keterbatasan dalam perdagangan komoditas di luar negeri.

“Jadi ada Mali-Senegal, ada 1.929 km yang harus kita tingkatkan, kemudian Burkina Faso-Pantai Gading sekitar 622 km dan seterusnya, yang terbesar ada di wilayah DRC Congo, jadi ada Congo dan DRC Congo. Saya kira realisasinya sekitar 4.000 km tapi mereka minta lagi double track bisa 11.000 km, ini baru keliling Kongo, “ucapnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Cakupan6

[bim]

Baca juga:
Perluasan Bisnis, PT INKA Akan Bangun Pabrik Kereta Api di Benua Afrika
INKA Gandeng Taiwan Produksi Bus Listrik, Kongo Pesan 360 Unit
INKA: Pandemi Covid-19 Menghambat Pengiriman Bahan Baku dan Produk
BUMN Ikuti Tender Pengerjaan Proyek Kereta Api di Bangladesh
Fakta Terbaru LRT Jabodebek, Termasuk Tarif Rp 12.000
Tampilan Interior LRT Jabodebek Buatan INKA
Gandeng INKA, Swiss Investasikan Rp 1,4 Triliun untuk Produksi Kereta Api di Indonesia

.


Source link

Check Also

Pemerintah dan Akademisi Mendukung Penyiapan Minyak dan Gas Adaptif

Warta.top – Akademisi di bidang migas dituntut lebih mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi energi dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *