Home / uang / BI Boss Memastikan Cadangan Devisa yang Aman Meskipun Banyak Intervensi Pasar

BI Boss Memastikan Cadangan Devisa yang Aman Meskipun Banyak Intervensi Pasar

Warta.top – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa cadangan devisa sudah cukup walaupun banyak dari mereka melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Seperti diketahui, mata uang Garuda melemah ke level Rp16.300 per USD.

“Kami memastikan jumlah cadangan devisa kami lebih dari cukup. Dengan tekanan nilai tukar yang cukup besar, tentu saja ada penurunan,” kata Perry dalam Jakarta, Kamis (26/3).

“Kami memastikan bahwa cadangan devisa lebih dari cukup untuk mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, “dia melanjutkan.

Bank Indonesia mencatat pada akhir Februari 2020, cadangan devisa tercatat USD 130,44 miliar. Cadangan devisa menurun jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya USD 131,7 miliar.

Perry menambahkan, bank sentral tidak hanya mengandalkan cadangan devisa untuk menstabilkan Rupiah. “Cadangan devisa adalah garis pertahanan pertama, itu lebih dari cukup. Tetapi kita juga memiliki garis pertahanan kedua, yaitu pertukaran bilateral dengan sejumlah bank sentral,” katanya.

1 dari 1 halaman

Jaga Kondisi Pasar

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya terus berupaya agar pasar keuangan Indonesia tetap menarik bagi investor di tengah kepanikan pandemi korona. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan melakukan komunikasi rutin dengan investor.

“Sejak minggu lalu, kami memiliki teleconference dengan investor dan dengan Kementerian Keuangan, termasuk Wakil Menteri, melakukan telekonferensi, dan saya juga melakukannya.

Melalui komunikasi ini, bank sentral mencoba menjelaskan sejumlah langkah yang telah diambil untuk menjaga perekonomian. Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga meyakinkan investor bahwa selalu ada di pasar keuangan.

“Kami memberi mereka kepercayaan, mereka juga memiliki kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia, dan tentu saja mereka tidak dapat disalahkan dengan persepsi mereka, tidak dapat disalahkan karena ini juga seorang pengusaha di dunia, para investor panik. Jadi, fenomena dana asing keluar terjadi tidak hanya di Indonesia, “kata Perry.

Upaya ini disambut baik oleh investor. Saat ini, beberapa investor sudah mulai membeli aset keuangan, baik saham, Surat Berharga Negara (SBN), meski belum cukup besar.

“Tampaknya hari ini kita melihat beberapa investor mulai membeli aset keuangan, baik saham, SBN, meskipun mereka tidak besar. Ini menunjukkan bahwa kepanikan sudah berakhir dan bagaimana kita mengelola ekonomi,” jelasnya. [idr]

Baca juga:
Bank Indonesia Mencatat Cadangan Devisa Turun Menjadi USD 130,4 Miliar pada akhir Februari 2020
Bos BI tentang Rupiah Menguat menjadi Rp13.772 per USD: Bukti Peningkatan Ekonomi Indonesia
Mulai tahun 2020, BI mencatat cadangan devisa USD 131,7 miliar
Naik USD 2,6 Miliar, Cadangan Devisa per Desember 2019, Mencatat USD 129,2 Miliar
BI Boss: Arus Modal Asing Masuk ke Indonesia Capai Rp224 Triliun Sepanjang 2019
Per 26 Desember 2019, Bank Indonesia Mencatat Dana Luar Negeri di Indonesia Mencapai Rp226 T

.


Source link

Check Also

Karena Corona, 1.139 Hotel di Indonesia Dekat dengan PHK Karyawan

Warta.top – Sektor pariwisata, terutama industri perhotelan adalah sektor yang paling terkena dampak penyebaran virus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *