Home / uang / Ancaman Krisis Pangan dan Antisipasi Pemerintahan Jokowi

Ancaman Krisis Pangan dan Antisipasi Pemerintahan Jokowi

Ilustrasi Sawah. © 2018 Warta.top/Abdul Azis Rasjid

Warta.top – Organisasi pangan dunia atau FAO telah mengeluarkan studi yang menyatakan bahwa negara-negara dunia akan menghadapi musim panas yang berkepanjangan. Beberapa negara ASEAN juga akan mengalami kekeringan, seperti India, Thailand, dan Vietnam. Kondisi ini mengancam krisis pangan dalam beberapa tahun mendatang.

Data International Grains Council (IGC) Departemen Pertanian AS (USDA) memproyeksikan produksi beras dunia pada 2019/2020 akan turun sebesar -0,4 persen menjadi -0,5 persen dibandingkan produksi tahun 2018/2019. Ancaman krisis pangan selama pandemi ini semakin nyata. India dan Vietnam sebagai negara pengekspor pangan telah menghentikan ekspornya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengetahui potensi krisis pangan yang akan terjadi selama pandemi Covid-19. Indeks harga pangan dunia periode Januari-Mei 2020 cenderung mengalami penurunan.

Penurunan yang relatif tajam terjadi pada harga gula, minyak nabati dan produk peternakan, kata Airlangga dalam Webinar IPMI yang bertema ‘Inovasi Triple Helix untuk Sistem Pangan Berkelanjutan di Indonesia Ditengah Covid-19’, Jakarta, Selasa (16/6).

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo juga mengingatkan pemerintah akan kemungkinan terjadinya krisis pangan di tengah pandemi Virus Corona. “Yang perlu kita semua perhatian adalah peringatan dari Food and Agricultural Organization (FAO), terkait ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Perjuangan untuk memenuhi dan menjaga ketersediaan pangan akan menentukan gerak bandul geopolitik global. Kondisi ini memaksa setiap negara untuk merancang kebijakan pangan, pertama-tama untuk kepentingan domestiknya.

“Berkaitan dengan itu, pimpinan MPR perlu mengingatkan kita bahwa produksi dalam negeri akan menjadi fokus utama kita saat ini. Sarana produksi seperti mesin dan peralatan pertanian, subsidi pupuk dan benih, serta sarana penunjang produksi lainnya perlu. menjadi prioritas peningkatan produksi dalam negeri., ”kata Bambang.

Ia menambahkan, mengingat 93 persen petani Indonesia mayoritas merupakan petani kecil, maka diperlukan fasilitas dan pendampingan agar mereka dapat terbantu untuk meningkatkan kinerja produksinya. “Dalam situasi pandemi saat ini, selain fasilitas atau pendampingan, juga diperlukan protokol produksi yang dapat menjamin kualitas dan keamanan pangan yang bebas Covid-19,” ujarnya.

Lalu, bagaimana langkah pemerintah Jokowi dalam menghadapi ancaman krisis pangan? Berikut penjelasannya:

Baca selanjutnya: Siapkan Anggaran Rp 99 Triliun …

.


Source link

Check Also

Dampak penurunan suku bunga acuan BI menjadi 3,75%

Warta.top – Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan pada rapat Dewan Gubernur November …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *