Home / teknologi / Ide Minerale untuk menciptakan gerakan ekonomi melingkar untuk mengelola sampah plastik

Ide Minerale untuk menciptakan gerakan ekonomi melingkar untuk mengelola sampah plastik

Warta.top – Masalah sampah (plastik) merupakan masalah perkotaan yang kompleks. Untuk itu, salah satu cara mengatasi masalah plastik adalah dengan mendaur ulang plastik tersebut. Dalam industri daur ulang plastik, PET merupakan salah satu jenis plastik berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berperan penting dalam ekonomi sirkular.

Untuk itu, Le Minerale bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) meluncurkan proyek Gerakan Ekonomi Sirkuler Nasional, Kemain (23/2).

Kolaborasi multipihak ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan dan menggalakkan kegiatan ekonomi sirkuler untuk mengatasi masalah sampah plastik. Kolaborasi ini mencakup kegiatan edukasi dan mendukung pengelolaan sampah di rumah dan di masyarakat.

IPI berperan sebagai pengumpul sampah yang mengumpulkan sampah plastik dan galon. Saat ini, IPI menyambut 3,7 juta anggota di 25 provinsi di Indonesia. Di saat yang sama, ADUPI berperan dalam mengolah sampah plastik menjadi bahan baku menjadi produk baru yang bernilai ekonomis tinggi.

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Sampah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, mengapresiasi kerja sama untuk mendorong ekonomi sirkular nasional ini. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendukung tiga pendekatan yang digunakan dalam tema “Hari Pengelolaan Sampah Nasional” tahun ini, yaitu zero waste, advanced technology, dan economic circularity.

“Dalam pengelolaan sampah ini membutuhkan komitmen semua pihak dan tidak mungkin menyelesaikannya dengan satu pendekatan karena Indonesia negara besar. Tidak perlu membahas pendekatan yang terbaik, l” Yang penting bisa membantu. masalah sampah plastik, “kata Vivien dalam komentarnya secara online.

Managing Director Vivien menilai pendekatan Minerale, ADUPI dan IPI sudah tepat, karena keduanya menciptakan nilai tambah ekonomi baru dan bermanfaat secara sosial. Kita harus yakin bahwa semua langkah kecil yang kita lakukan akan berdampak besar bagi lingkungan.

Nota kesepahaman ketiga pihak sekali lagi membuktikan langkah nyata yang diambil Le Minerale untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi masalah sampah, seperti tindakan Le Minerale untuk pembangunan bank sampah.

Visi untuk bisnis yang berkelanjutan

Ronald Atmadja, Direktur Pembangunan Berkelanjutan PT Tirta Fresindo Jaya, menjelaskan Le Minerale meyakini ekonomi sirkular merupakan solusi yang baik untuk mengatasi masalah sampah plastik. Kami juga berkomitmen kuat untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah yang sinergis. Kerja sama ketiga pihak ini diharapkan semakin luas dan bermanfaat. Inisiatif Le Minerale dan mitranya juga harus menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah sampah plastik.

Ronald menyebut komitmen Le Minerale untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan, yang menguntungkan semua pihak yang terus mengedepankan semua aspek, baik di bidang keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.

Presiden ADUPI Christine Halim menambahkan, industri daur ulang membutuhkan limbah plastik PET dalam jumlah besar. ADUPI mencatat bahwa setiap tahun permintaan PET tumbuh rata-rata 7 persen. Angka tersebut termasuk dalam kondisi saat pandemi Covid-19.

PET menjadi primadona karena memiliki nilai jual yang tinggi dan menjadi topik hangat para pemulung. Seperti botol dan galon PET bening bening Le Minerale, mudah didaur ulang menjadi barang yang berguna, seperti poliester, dakron sintetis, geotekstil, bantal, pakaian musim dingin, kancing, dll.

“Plastik PET dapat didaur ulang hingga 50 kali lipat dan menghemat bahan baku untuk produksi. Tren permintaan ekspor terus meningkat. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk memastikan sampah dari bahan baku Ekonomis dan plastik sekali pakai bukan merupakan masalah, jika pengelolaan ekonomi melingkar dilakukan dengan baik, ”kata Christine.

Pada saat yang sama, Presiden IPI Prispolly Lengkong mengakui bahwa bekerja sama dengan Le Minerale telah membantu para pemulung di negara ini berkembang, memanusiakan diri dan meningkatkan martabat pemulung secara berkelanjutan. Sehingga terjadi sinergi antara produsen dan pelaku dari bawah, khususnya para pemulung yang menjadi pelaku utama dalam pengumpulan sampah plastik untuk didaur ulang.

“Le Minerale meyakini ke depan inovasi tidak hanya terbatas pada kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga inovasi dalam pengelolaan sampah plastik secara sinergis dan optimal pada produk yang bernilai ekonomis tinggi”, ujar Ronald. [sya]

.


Source link

Check Also

Pada 2020, Sony akan menjual 4,5 juta unit PS5

Warta.top – Pembuat konsol game Jepang Sony melaporkan bahwa pada 2020 berhasil menjual 4,5 juta …