Home / sepakbola / Solusi Partisipasi Indonesia di Piala AFC 2021: Berburu sponsor atau mencari pengganti Persipura?

Solusi Partisipasi Indonesia di Piala AFC 2021: Berburu sponsor atau mencari pengganti Persipura?

Warta.top – Bola.com, Jakarta Takdir Persipura Jayapura di Piala AFC 2021 masih menjadi tanda tanya besar setelah beberapa hari lalu diputuskan bubar hentikan aktivitas. Timbul pertanyaan – siapa yang akan menjadi penggantinya dan mendampingi Bali United di kompetisi klub Asia?

Demikian dikatakan oleh Benhur Tomi Mano, Ketua Umum Persipura, tim berjuluk Mutiara Hitam itu mau tidak mau menghentikan semua aktivitas dan aktivitas tim. Pasalnya, soal kompetisi Liga 1 belum jelas sehingga sponsor juga menarik pembiayaan klub.

Kondisi keuangan Persipura sempat terguncang karena Bank Papua memastikan tidak membayar sisa kontrak senilai Rp 5 miliar. Pun dengan sponsor lain mulai dari PT Freeport Indonesia, Kuku Bima, dan lain sebagainya. Intinya, tidak mungkin manajemen klub menjalankan roda aktivitasnya.

“Hari ini Rabu, 6 Januari 2021, kami telah memutuskan bahwa Persipura akan menghentikan semua aktivitas. Situasi keuangan semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih, dan semua ofisial,” kata Benhur seperti dikutip dari klub. akun Instagram resmi.

Sebab, Bank Papua sudah memastikan tidak bisa membayar sisa kontrak yakni Rp 5 miliar, sehingga sejak kompetisi berakhir Maret tahun lalu, Persipura Jayapura hanya didukung oleh PT Freeport, Kuku Bima, dan anggaran dari manajemen. , meski kompetisi belum berjalan., tapi kami tetap membayar gaji semua pemain, pelatih dan ofisial, ”sambungnya.

Keputusan ini berdampak tidak hanya bagi pecinta Persipura, tetapi juga bagi seluruh umat manusia sepak bola Indonesia. Pasalnya, tim yang kerap menghasilkan talenta-talenta terbaik ini awalnya menjadi wakil di Piala AFC 2021 bersama Bali United.

Hal ini terbilang ironis mengingat Persipura sempat melancarkan protes terkait pemilihan Persija Jakarta oleh PSSI sebagai wakil Indonesia di Piala AFC 2021 bersama Bali United. Upaya keras manajemen kemudian membuahkan hasil, mereka memenangkan gugatan tersebut.

Sekarang, dengan keputusan direksi klub itu Persipura Jayapura menghentikan aktivitasnya (untuk sementara waktu), keikutsertaan mereka di Piala AFC kembali menjadi tanda tanya. Setidaknya muncul dua wacana, yakni perburuan sponsor dan pengangkatan pengganti.

Mencari penggantinya? Apa itu mungkin?

Bek Persija Jakarta, Marco Motta, merayakan gol bersama Marko Simic, melawan Borneo FC pada laga Shopee Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Persija menang 3-2 atas Borneo FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Seperti diketahui, penunjukan Persija Jakarta sebagai wakil Indonesia di Piala AFC terbilang kontroversial. Kubu Persipura merasa lebih berhak untuk melaju bersama Bali United di kompetisi antarklub Asia.

Setelah menempuh jalur hukum, Persipura akhirnya memenangkan gugatan tersebut sehingga PSSI meralatnya. Saat Persipura memutuskan menghentikan aktivitas tim, nama Persija kembali disebut-sebut sebagai pengganti.

Ini sepertinya tidak mungkin. Ada dua alasan. Pertama, Persija dan klub Indonesia manapun seharusnya tidak sempat melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, kecuali ada ‘toleransi’ yang diputuskan oleh otoritas terkait, dalam hal ini AFC.

Kemudian yang kedua, mengenai hal tersebut telah tertuang dalam manual pengaturan keikutsertaan tim dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh AFC tahun 2021.

“Jika ada klub yang sah dan terdaftar sebagai peserta kompetisi AFC, padahal sudah memenuhi syarat berupa lisensi dan kriteria yang ditetapkan, menolak mengikuti kompetisi, slotnya dialokasikan untuk sepak bola. asosiasi (dalam hal ini, PSSI) akan hangus, baik slot langsung maupun tidak langsung, “

Perburuan Sponsor

Solusi partisipasi Indonesia di Piala AFC 2021: berburu sponsor atau mencari pengganti Persipura?
Kapten tim Persipura, Boaz Salossa dkk saat berlatih di agrowisata Kusuma di Batu, Miskin. (Iwan Setiawan / Bola.com)

Perlu digarisbawahi bahwa masalah utama Persipura adalah keuangan. Tidak adanya sponsor memaksa manajemen klub untuk menghentikan semua aktivitas sampai mereka menemukan sponsor baru.

Sampai kapan? Sampai kita mendapatkan dukungan sponsorship yang jelas dan pasti. Untuk seluruh pecinta Persipura Jayapura dimanapun, mohon doakan kedepannya, ucap Benhur.

Di kolom komentar Instagram @ persipura1963, muncul ide unik dari akun @ claudiojoseph86. Ia menulis undangan penggalangan dana untuk Persipura dengan huruf kapital. “Teman-teman, ayo kita kumpulkan dana untuk Persipura. Ayo Persipura Mania, jangan putus asa. Hidup Persipura, saya cinta Persipura.”

Sebenarnya dari sudut pandang tertentu, mencari sponsor untuk Persipura bisa dikatakan rewel dan rewel. Perusahaan-perusahaan besar bisa melirik fakta bahwa Mutiara Hitam akan tampil di kompetisi internasional, yang berarti brand yang melekat pada jersey tersebut praktis terbawa di level Asia.

Sepanjang sejarah, Persipura Jayapura sudah dua kali bermain di Piala AFC, turnamen antar klub kelas dua Asia. mereka memiliki rekor yang menjanjikan di kejuaraan ini.

Pengalaman pertama Persipura Jayapura mengikuti Piala AFC terjadi pada tahun 2011. Mutiara Hitam lolos sebagai runner up Indonesia Super League (ISL) 2009/2010.

Sayang, laju Persipura Jayapura harus terhenti di babak perempat final. Boaz Solossa dkk kalah agregat dari tim Irak, Arbil, dengan agregat 1-3.

Kesempatan kedua di tahun 2014 bahkan lebih istimewa, dimana mereka mampu mencapai babak semifinal. Padahal saat itu, Persipura Jayapura hanya tinggal dua langkah lagi untuk mengukir sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang menjuarai Piala AFC.

Video

.


Source link

Check Also

Kapten PSM memahami pembatalan Shopee Liga 1 2020, berharap musim baru segera bergulir

Warta.top – Bola.com, Makassar – Kapten PSM Makassar, Zulkifli Syukur menyambut positif keputusan PSSI yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *