Home / sepakbola / Respon Keras Arema FC Atas Sikap Walikota Malang

Respon Keras Arema FC Atas Sikap Walikota Malang

Warta.top – Bola.com, Miskin Aksi turun jalan Aremania bertajuk Make Malang Great Again (MMGA), Senin (16/11/2020), masih menjadi topik hangat di Kota Malang. Aremania berhasil membuat Walikota Malang Sutiaji berjanji mengawal keinginan mediasi antara Yayasan Arema yang selama ini lowong dengan Aremania. Tujuan akhir, untuk menyatukan dua tim, Arema FC di Liga 1 dan Arema Indonesia di Liga 3.

Sutiaji berani berjanji akan melacak siapa saja yang tercatat sebagai pengawas dan pengurus Yayasan Arema di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Langkah selanjutnya adalah menengahi antara Yayasan Arema dan Aremania. Tokoh nomor satu di Malang itu juga menyebut siapa saja yang menghalangi persatuan Arema sebagai pengkhianat.

Sikap Wali Kota Malang itu memicu reaksi keras Arema FC. Tim yang berjuang masih eksis di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, termasuk saat terjadi pandemi COVID-19 yang menghentikan persaingan, merasa harus angkat bicara. Tanggapan CEO Arema FC Agoes Soerjanto cukup tegas.

“Meski fokusnya pada keinginan mengaktifkan Yayasan Arema, as pemangku kepentingan langsung mengelola Arema FC, perlu kita tanggapi, ”kata Agoes.

Dirut Arema FC ingin Sutiaji mengkaji akar masalahnya terlebih dahulu karena informasi yang baru didapat kemarin hanya dari kelompok muda Aremania yang ada di forum MMGA.

“Jangan sampai timbul keributan baru karena ketidaktahuan atau kurangnya informasi terkait dengan akar permasalahan. Mengingat ini adalah masalah rumah tangga Arema. Sebaiknya Walikota Malang mendapatkan informasi dari berbagai pihak, terutama yang terlibat langsung di dalamnya. Manajemen Arema, ”ujarnya.

Beberapa waktu lalu, manajemen Arema FC telah membuka pintu untuk sharing dengan Aremania dan kubu Arema Indonesia. Namun tidak ada titik temu, sehingga Aremania yang tergabung dalam MMGA meminta bantuan DPRD dan Wali Kota Malang.

Pemerintah Kota Malang Memiliki Kontribusi Minimal

Agoes Soerjanto, CEO Arema FC, menjawab tudingan timnya yang mengatur pengaturan pertandingan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Lewat keterangannya, Agoes juga seolah menampar Pemkot Malang saat ini. Ia menilai Sutiaji selektif dalam menghadapi aksi massa.

Awal Oktober lalu, Wali Kota Malang memilih tidak menemui pengunjuk rasa yang tidak setuju dengan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Sehingga ternyata Pemkot Malang hanya menggunakan nama Arema sebagai image.

“Mohon maaf jika boleh kami katakan, hingga saat ini kami belum merasakan kontribusi aktif Pemkot Malang kepada Arema. Di sisi lain, citra Arema selalu digunakan untuk citra Pemkot Malang dan pimpinan,” kata Agoes.

Saat ini Arema FC sedang tidak melakukan latihan di Stadion Gajayana Kota Malang. Meski berlatih di sana pada awal musim, manajemen Singo Edan tetap membayar sewa lapangan. Tepat Arema FC yang berkontribusi pada pendapatan.

Selama mengikuti pelatihan di Lapangan Balearjosari, Kota Malang, mereka tetap membayar uang sewa.

Agoes sempat mengantisipasi komentarnya tersebut akan membuat marah Pemerintah Kota Malang dan melarang timnya berlatih di daerah yang dipimpinnya. Arema FC masih bisa menggunakan Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang. Namun, jika itu terjadi tentu akan membuat hubungan Arema FC dan Pemerintah Kota Malang semakin panas.

Video

.


Source link

Check Also

Hargianto Berharap Bhayangkara Solo FC Bisa Tampil di Markas Baru

Warta.top – Bola.com, Jakarta – Bhayangkara FC kini menyematkan kata Solo pada namanya setelah dipastikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *