Home / sepakbola / Mantan Tim Dukungan Pemain Arema dengan Disabilitas Melalui Jersey

Mantan Tim Dukungan Pemain Arema dengan Disabilitas Melalui Jersey

Warta.top – Bola.com, Miskin Mantan gelandang Arema FCNanda Bagus Nugroho mungkin belum banyak dikenal di kancah sepak bola Nasional.

Setelah hengkang ke Madura United pada 2016, pada musim berikutnya ia lebih aktif di Liga 2. Namun untuk urusan yang memprihatinkan di dunia sepak bola, tidak perlu diragukan lagi.

Beberapa hari yang lalu ia menyumbangkan jersey untuk tim disabilitas di Jember, Jawa Timur yaitu Persaid (Persatuan Sepak bola Djember Amputation). Ia melihat bahwa sepak bola bukan hanya untuk orang biasa. Tapi juga orang yang kurang beruntung secara fisik.

“Awalnya saya melihat story Whatsapp senior di Madura United, Slamet Nurcahyo. Ia menempatkan tim difabel di Jember. Kiper seperti M. Ridho menyumbangkan sarung tangan, Bayu Gatra memberi sepatu. Saya melihat foto ketika pelatihan tidak memiliki seragam. Jadi saya menyatakan niat saya untuk menyumbangkan jersey. Kebetulan saya sedang fokus ke bisnis apparel, ”jelas pria berusia 28 tahun ini.

Usai dijembatani Slamet, pada 7 November lalu, Nanda bertemu dengan Pimpinan Persaid dan para pemain untuk menyerahkan jersey.

“Setelah tercatat, hanya ada 16 pemain. Saya melihat para pemain hanya memiliki satu kaki. Penjaga gawang memiliki satu tangan. Senang melihat mereka masih bermain bola. Mereka juga senang akhirnya punya jersey karena nanti akan ada beberapa turnamen yang harus diikuti, “lanjut alumni Akademi tersebut Arema ini.

Vakum dalam Sepak Bola

Nanda Bagus Nugroho saat memperkuat Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Nanda tahun ini memilih vakum dari dunia sepak bola. Meski mendapat tawaran untuk membela tim dari Tegal dan Cilacap.

“Tahun ini saya absen dari sepak bola. Saya tidak tega meninggalkan ibu saya. Hanya ada kami berdua di rumah. Jadi sekarang kami fokus bekerja dan juga di bisnis apparel, ”lanjutnya.

Sejak 2018, Nanda telah membuat jersey apparel bernama Ninetwo. Itu adalah bisnis yang disiapkan ketika dia tidak lagi melanjutkan karirnya sebagai pesepakbola.

“Saat itu saya masih di PSIM Yogyakarta. Saya terpikir untuk membuat bisnis olah raga. Ya, pakaian ini. Alhamdulillah, sekarang kami sudah jalan dan bisa membantu yang membutuhkan,” ujarnya.

Tonton video unggulan di bawah ini:

.


Source link

Check Also

Shopee Liga 1: Bomber PSIS Hari Nur berpikir dua kali jika mendapat undangan bermain Tarkam

Warta.top – Bola.com, Semarang – Striker PSIS SemarangHari Nur Yulianto mengaku tidak akan langsung menerima …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *